Surabaya (beritajatim.com) – Lembaga survei Jakpat berkolaborasi engan Jangkara merilis hasil survei tentang kecenderungan Generasi Z (Gen Z) terkait karir. Survei tersebut dibuat untuk mengetahui bagaimana pandangan Gen Z tentang dunia dan kultur kerja.
Survei tersebut dijalankan menggunakan metode monitoring media sosial X oleh Jangkara dengan big data Socindex dan survei online pada platform Jakpat. Data media sosial X diambil pada periode 1 April-31 Mei 2024, sedangkan survei online dilakukan Jakpat pada 1-3 Juni 2024 yang melibatkan 1377 responden, 10 pertanyaan, dan margin of error sebesar 5 persen.
Hasil survei tersebut menunjukkan gaji masih menjadi faktor dominan Gen Z dalam memilih pekerjaan, dengan jumlah responden mencapai 65 persen. Sementara, 48 persen responden memilih pola kerja freelancer karena memiliki fleksibilitas waktu kerja yang tinggi.
Selain itu, pola kerja Work From Anywhere (WFA) menjadi opsi yang banyak disukai Gen-Z. Sedangkan pekerjaan yang menekankan pola tradisional seperti Work From Office (WFO) tidak banyak dipilih.
Work Life Balance atau keseimbangan dalam hidup juga menjadi topik yang dipertimbangkan Gen Z. Sebanyak 95 persen responden menilai Work Life Balance sebagai isu penting, dan hanya 5 persen yang menjawab tidak.
Terkait besaran gaji, responden survei ini menyebut angka pada kisaran moderat. 40 persen responden menjawab gaji ideal antara Rp5-10 juta, 31 persen di angka Rp1-5 juta, dan 15 persen di angka Rp10-20 juta, dan hanya 14 persen menilai gaji ideal Rp20 juta ke atas.
Gen Z juga memiliki ketertarikan pada opsi bekerja di luar negeri dengan alas an sulit mencari pekerjaan di dalam negeri. Berdasarkan hasil survei, 74 persen responden menjawab tertarik bekerja ke luar negeri, 20 persen menjawab tidak tertarik, namun hanya 4 persen yang menjawab tertarik dan sudah mengajukan lamaran kerja ke luar negeri. [beq]






