Papua (beritajatim.com) – Nama Muhamad Faisol, bek tim sepak bola Jawa Timur asal Jember ini mendadak menjadi perbincangan, pasalnya ia menjadi salah satu top skor ke dua di Pekan Olah Raga Nasional XX Papua karena berhasil mencetak enam gol sejak babak penyisihan.
Namun siapa sebenarnya sosok Faisol pemuda asal Jember yang beruntung menjadi skuad sepak bola Jawa Timur di tangan Rudy Ketjles.
Perawakannya yang humoris, membuat setiap orang yang berbincang dengannya cukup nyaman. Ia pun menceritakan jika tidak menyangka jika pola permainanya yang cukup konsisten ini membuahkan hasil hingga titik ini.
Pemain jebolan Semeru FC ini menceritakan perjalanan karirnya sejak tahun 2014 lalu yang bergabung dengan Jember United U17 di Piala Suratin. Namun ia tak menyangka jika karirnya semakin membaik ketika sampai akhirnya bisa bergabung dengan Semeru FC.
“Dulu saya di Jember united u17 lalu naik ke senior ngga lama pindah ke Persid lalu ada tawaran ke Semeru fc dari situ saya ikut seleksi pon papua yang di tawari oleh coach Steven ternyata cocok dan bergabung,”ungkap pria kelahiran 2 Februari ini.
Cukup moncer di PON Papua, faisol masih tak percaya pasalnya ia hanya menargetkan jika Jawa Timur harus menang tanpa bisa masuk dalam sepuluh besar pemain yang berhasil menjadi TOP Skor.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pon-papua”]
Ia menjadi pemain kedua dalam jajaran top skor, pertama Rocky Ricardo 7 gol pemain asal Papua, lalu Faisol 6 gol dan Akhirul Wadan 3 gol asal Aceh.
“Saya sendiri juga ga nyangka sebenarnya semenjak PON tujuan menang bisa cetak gol itu bonus namun ternyata tuhan berkata lain. Alhamdulillah,” ungkapnya.
Konsistensi adalah kunci utama yang dirinya terapkan hingga memiliki permainan yang cukup stabil sejak babak penyisihan, meminute diri sendiri menjadi salah satu kunci pemain kelahiran 2 Februari 1997 ini. Selain itu mengatur pola makan juga menjadi salah satu konsistensinya.
“Saya sangat menjaga pola tidur, makan, latihan dan harus bisa meminute diri sendiri supaya bisa konsisten pada diri sendiri,”imbuhnya.
Kini usai PON Papua selesai, target pun ingin dicapai. Bermain di klub liga profesional ataupun Timnas menjadi salah satu impiannya. Namun ia masih kembali menimbang akan berlabuh kemana nantinya usai gelaran PON ini meskipun saat ini ia mengaku sudah banyak tawaran bermain di klub liga 3, 2 dan 1.
“Ada tawaran dari beberapa klub, tapi kalau bergabung sekarang kayanya masih nanggung mungkin tahun depan saya mulai memilih bermain di klub mana,”tutupnya. [way/ted]






