Tuban (beritajatim.com) – Namanya Bushido Ajie Saputra. Meski usianya masih 15 tahun, namun prestasinya di bidang olehraga bela diri cukup jempolan. Remaja asal Desa Prunggahan Wetan Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban ini kerap memborong medali untuk perwakilan Kabupaten Tuban baik tingkat daerah, provinsi hingga nasional.
Bushido merupakan atlet bela diri Kempo. Dia lahir pada 7 Juni 2009. Sejak kecil dia sudah menggeluti olahraga tersebut. Saat ini Bushido duduk di bangku kelas 8 SMP Negeri 1 Tuban. Aktif di Kempo, tidak mebuat sekolahnya kedodoran. Bahkan dia bercita-cita menjadi polisi.
Suka dan duka menghiasi perjalannya selama menjadi atlet kempo. Kebanggan itu muncul Ketika meraih medali dan menyabet predikat juara. Namun Bushido sedih Ketika dilanda cedera usai bertanding. Karena tidak jarang lawan tanding yang ia hadapi tidak sportif.
Seperti yang dialaminya saat ini. Bushido mengalami cedera tangan kiri usai melawan atlet dari Kota Malang saat bertanding di Universitas Kadiri beberapa hari yang lalu. “Dalam pertandingan itu, tangan saya cedera Tapi alhamdulilah bisa bawa medali emas dan perunggu,” ucap Bushido, Kamis (30/5/2024).
Bushido mengungkapkan bahwa langganan juara itu sejak dirinya masih duduk di bangku SD (Sekolah Dasar). Sejak itu prestasinya terus moncer. Hal itu semakin klop dengan adanya dukungan dari orangtuanya.
Maklum saja, Bushido dibesarkan di lingkungan atlet. “Alhamdulillah, keluarga sangat mendukung. Karena keluarga atlet semua,” katanya.
Ada kalanya ia merasa sedih. Itu dirasakan apabila selama pertandingan mengalami banyak kendala. Namun, itu tak membuat nyalinya menciut, Bushido tak pantang menyerah, itulah mengapa ia selalu meraih kemenangan.
“Meskipun tangan sempat cidera sampai tak bisa digerakkan, tapi tak boleh pantang menyerah. Karena waktu itu mainnya tidak berhenti sama sekali. Tiap menang langsung ganti lawan, tanpa jeda, jadi seperto mati rasa,” kata Bushido.
Beruntung ia ditangani dokter dengan baik. Semula diobati, hingga kemudian diinfus di sela-sela pemanggilan nama pemain lawan. Bahkan, ia disuruh istirahat terlebih dulu. Namun, Bushido tak mau mengambil risiko untuk kekalahan hanya karena cedera. Pada akhirnya usahanya membuahkan hasil.
“Untuk persiapan Popda bulan November, saya pasti optimis bisa mengalahkan semua, mudah-mudahan, harus semangat tak boleh pantang menyerah,” tegas Bushido.
Apa cita-cita Bushido? Dia menerawang jauh. Harapannya, dia bisa menjadi anggota Polri. Untuk itulah prestasi mulai diukir sejak dini. “Cita-cita saya ingin jadi polisi, doakan saja,” bebernya. [ayu/suf]
Sederet prestasi yang diukir oleh Bushido:
-Juara 3 kategori Embu Beregu Campuran dalam ajang Porprov Jatim 2022
-Juara 3 kategori berpasangan pemula campuran pada kejuaraan Provinsi Jatim Shorinji Kempo 2016
-Juara 1 Yunior Putra Kyu Kenshi kejuaraan Provinsi Jatim Shorinji Kempo 2020
– Juara 2 Embu Berpasangan Camp Kyu-III/II Remaja tingkat nasional tahun 2022.
– Juara 2 Embu Pasangan Campuran Kyu II/III tingkat Jatim oleh Perkemi 2023
– Juara 1 Embu Berpasangan Campuran Kyu B Piala Arumi Bachsin tahun 2021
– Juara 3 Embu Beregu Pemula tingkat nasional tahun 2018.
– Juara 1 Pemula Embu tingkat Jatim tahun 2017
– Juara 1 Embu Pemula Solo Putra tingkat nasional tahun 2021
– Juara 3 Popda tahun 2023
– Juara 2 Embu Berpasangan pada kejuaraan Porkab tahun 2016
– Juara 2 Embu Berpasangan tingkat Jatim tahun 2018
– Juara 1 Embu Beregu Campuran tingkat SD oleh Perkemi Jatim tahun 2018
– Juara 1 Embu Berpasangan Campuran Kyu II oleh Perkemi Jatim tahun 2018
– Juara 1 Embu Berpasangan tingkat SD oleh Perkemi Jatim tahun 2018
– Juara 2 Pemula Embu tingkat Jatim tahun 2017
– Juara 3 Embu Beregu Campuran Pemula tingkat Jatim tahun 2016
– Juara 1 Embu Pasangan Campuran Remaja dan Juara 3 Randori Remaja Putra tingkat Jatim tahun 2024.






