Ringkasan Berita:
- Kericuhan terjadi dalam proyek pembangunan gorong-gorong di kawasan Jembatan Sentong Bondowoso.
- Seorang pekerja proyek terlibat adu mulut dengan warga yang memprotes pekerjaan tersebut.
- Warga khawatir aliran air mengarah ke tempat usaha dan mengganggu akses pelanggan.
- Pemerintah Desa Sukowiryo menyebut insiden dipicu kesalahpahaman dan telah dimediasi.
Bondowoso (beritajatim.com) – Proyek pembangunan gorong-gorong di kawasan Jembatan Sentong, Bondowoso, diwarnai kericuhan pada Senin (22/6/2026). Seorang pekerja proyek terlibat adu mulut dengan sejumlah warga yang memprotes pelaksanaan pekerjaan karena dinilai berpotensi mengganggu akses menuju tempat usaha mereka.
Peristiwa tersebut terekam dalam video berdurasi 2 menit 38 detik yang beredar di masyarakat. Dalam rekaman itu, seorang pekerja yang diduga menjadi penanggung jawab lapangan tampak dikelilingi sejumlah warga sambil terlibat adu argumentasi mengenai pelaksanaan proyek.
Warga menilai pembangunan gorong-gorong berpotensi mengarahkan aliran air ke area beranda tempat usaha mereka. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu genangan maupun banjir ketika hujan turun.
Pekerja proyek sempat memberikan penjelasan kepada warga bahwa kekhawatiran tersebut tidak akan terjadi. Namun penjelasan itu tidak diterima dan warga tetap menyampaikan keberatan terhadap pekerjaan yang sedang berlangsung.
Dalam video yang beredar, terdengar salah seorang warga melontarkan kalimat, “Sekolah maneh sampean, mas,” kepada pekerja proyek yang sedang menjelaskan teknis pekerjaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang mengetahui persoalan tersebut, keberatan warga tidak hanya berkaitan dengan potensi aliran air, tetapi juga karena akses menuju usaha cucian mobil miliknya terganggu selama pengerjaan gorong-gorong berlangsung.
“Kendaraan tidak bisa masuk selama pengerjaan gorong-gorong. Padahal di sisi lain, ada usaha bengkel mobil yang berhenti total sejak sehari setelah Jembatan Sentong ambrol. Kalau bicara kerugian, justru usaha bengkel itu lebih besar, tetapi pemiliknya tidak menyampaikan protes,” ujar sumber tersebut.
Proyek Jembatan Sentong merupakan pekerjaan yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur dengan nilai anggaran sekitar Rp17,5 miliar. Pengerjaan proyek dijadwalkan berlangsung mulai April hingga Desember 2026.
Pembangunan dilakukan setelah Jembatan Sentong ambrol pada awal 2026. Infrastruktur yang berada di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, itu memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung Kabupaten Bondowoso dengan Kabupaten Jember serta akses menuju Kabupaten Situbondo.
Kepala Desa Sukowiryo, Beny Wijaya, membenarkan adanya insiden adu mulut antara warga dan pekerja proyek. Menurutnya, persoalan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi antara kedua pihak.
“Ada miss komunikasi. Tapi kami dari pemerintah desa sudah memediasi dan diharapkan mendapatkan jalan keluar dari kebuntuan komunikasi kemarin,” kata Beny saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026). [awi/beq]






