Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena penampakan Bulan di siang hari menjadi salah satu misteri yang menarik dan sering kali membuat orang penasaran. Beberapa orang mungkin bertanya-tanya, “Mengapa Bulan bisa terlihat di siang hari?” atau bahkan berspekulasi apakah ini terkait dengan teori konspirasi tersembunyi. Namun, sebenarnya, jawabannya bersifat sederhana dan berkaitan dengan fenomena atmosfer di Bumi.
Atmosfer Bumi memainkan peran penting dalam cara kita melihat Bulan di langit, terutama selama pagi atau siang hari. Jika Bumi tidak memiliki atmosfer, Bulan akan terus terlihat dengan jelas di langit kita sepanjang waktu. Namun, partikel-partikel gas di atmosfer, seperti nitrogen dan oksigen, memiliki kemampuan untuk menyebarkan cahaya dengan panjang gelombang pendek, seperti cahaya biru dan ungu.
Hamburan cahaya inilah yang menciptakan langit biru yang kita kenal. Bulan, meskipun cahayanya tidak sekuat Matahari, dapat mengatasi hamburan cahaya ini dan terlihat di langit biru pada siang hari. Fase Bulan juga berperan penting dalam penampakannya. Pada fase tertentu, ketika Bulan lebih dekat dengan Bumi daripada bintang-bintang di latar belakang, kecerahan permukaannya menjadi lebih dominan, membuatnya terlihat bahkan di siang hari.
BACA JUGA:Demo Kantor BRI Sampang Ricuh 2 Warga Diamankan
Namun, tidak setiap fase Bulan dapat terlihat di siang hari. Pada fase Bulan baru, sisi terang Bulan menghadap menjauh dari Bumi, sehingga Bulan tidak terlihat. Fase Bulan kuartir atau sabit pertama, di sisi lain, memungkinkan Bulan untuk terlihat lebih tinggi di langit di siang hari, menjauh dari posisi Matahari.
Selain itu, kualitas udara juga berpengaruh. Udara yang bersih dan jernih dapat mengurangi efek penyerapan dan penyebaran cahaya, memungkinkan Bulan terlihat lebih jelas di siang hari. Sebuah penelitian bahkan mencatat bahwa Bulan dapat terlihat di siang hari selama 25 hari dalam sebulan, dengan lima hari sisanya terjadi saat fase Bulan baru dan purnama, di mana jaraknya terlalu dekat dengan Matahari.
Jadi, tidak ada yang aneh atau konspiratif dalam penampakan Bulan di siang hari. Ini hanyalah hasil dari interaksi kompleks antara cahaya Matahari, atmosfer Bumi, dan posisi relatif Bulan terhadap Bumi. (Fyi/Aje)






