Banyuwangi (beritajatim.com) – Produksi gula semut organik juga ada di Banyuwangi, selain potensi pariwisata. Produksi gula semut ini di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro. Lokasinya, berada di kaki Gunung Kawah Ijen.
Namun, banyak menyimpan keunggulan yang tak kalah untuk digali ekonominya. Tak jarang, produksi gula semut organik milik warga setempat ini justru digandrungi banyak peminat. Berbagai kalangan menggemarinya, paling banyak adalah dari kalangan menengah ke atas.
Produksi gula semut organik di daerah ini dinamai “Tetes Seludang”. Berasal dari nira yang diproses sedemikian rupa menjadi gula.
Hasil produksinya lain karena memiliki hasil organik sehingga baik untuk kesehatan. Bahkan, saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, gula semut banyak digemari.
Selain itu, gula semut atau yang juga dikenal gula kelapa (nira) ini, memiliki banyak manfaat kesehatan. Mulai dari mencegah anemia, diabetes, kolesterol, meningkatkan daya tubuh, melancarkan peredaran darah, dan manfaat lainnya.
“Saya sudah coba, rasanya enak, manisnya kerasa, dan yang penting banyak manfaat untuk kesehatan. Banyak varian rasanya, ada original, jahe merah, jahe putih, dan lainnya,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Rabu (7/2/2024).
Bupati Ipuk juga mengapresiasi produksinya yang dinilai lebih rapi dan menarik. Termasuk, telah mengantongi sertifikat untuk kebutuhan pangan.
“Kemasannya menarik dan harganya terjangkau. Proses produksinya dilakukan secara organik dan higienis. Sudah ada sertifikat halal dan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga),” tambah Ipuk.
Bupati Ipuk melihat langsung proses kreatif warga dusun ini. Bahkan, mereka menjual olahan kelapa/aren dalam produk jadi seperti gula semut, sehingga nilai ekonomisnya meningkat. “Tidak hanya gula semut, di sini juga ada gula jawa, dan varian gula organik lainnya,” kata Ipuk. [rin/suf]






