Malang (beritajatim.com) – Kabupaten Malang merupakan daerah terluas kedua di Jawa Timur. Cakupan wilayahnya seluas 3.530,65 km2. Dengan 33 Kecamatan dan jumlah desa yang mencapai 378 dengan 12 kelurahan, Kabupaten Malang punya populasi penduduk sebanyak 2.663.862 jiwa (BPS 2023-red).
Beberapa desa di tempat ini merupakan sentra pertanian dan peternakan terbesar. Salah satunya, Deesa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Desa yang berada di Lereng Gunung Kawi ini berhawa sejuk. Dengan sektor utama mata pencaharian yakni bertani dan bertenak. Desa Bangelan dengan jumlah penduduk mencapai 4.300 jiwa, ternyata punya sebutan kampung penghasil kambing terbesar.
Jumlah populasi kambing ternak di tempat itu, mencapai lebih dari 28.000 ekor kambing (Tahun 2023-red). Jumlah itu jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada di Desa Bangelan.
BACA JUGA:
Desa Argoyuwono Jadi Sentra Peternakan Domba dan Kambing PE Terbesar di Malang
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Bangelan Budiono menjelaskan, dibawah pembinaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, terdapat 4 klaster perihal peternakan kambing yang jadi piaran warga desa.
Empat klaster itu yakni klaster Karya Mulya, berada di Dusun Sidomulyo, Desa Bangelan, mayoritas penduduknya berternak kambing pedaging. Atau Kambing Boer. Kedua yakni klaster Karyasari di Dusun Bangelan, Desa Bangelan. Lalu klaster Karya Utama di Dusun Arjomulyo, dan klaster Karya Baru di Dusun Kampung Baru.
“Untuk setiap warga rata-rata memiliki sebanyak 20 ekor kambing. Bagi warga Bangelan, beternak kambing itu merupakan warisan leluhur yang harus dikembangkan. Dan itu sangat memberi dukungan positif bagi perekonomian warga sekitar,” ungkap Budiono, Senin (22/5/2023).

Budiono menjelaskan, untuk pendapatan susu kambing dalam hitungan satu minggu saja, bisa mencapai 200 liter. Susu tersebut, dipasarkan di kawasan wisata lokal, seperti di wisatawan edukasi pembelajaran pengelolaan ternak kambing. Disentra ini, akan diawali dari pengelolaan susu kambing, manajemen kandang, cara produksi, hingga brading termasuk penggemukan kambing.
“Saat ini para peternak kambing Bangelan dalam taraf pengembangan pemulihan jalur kambing baru yang disebut croos boer, atau jenis kambing pedaging,” tegas Budiono.
Kata dia, jenis kambing tersebut sangat menguntungkan peternak. Sehingga dalam jangka panjangnya, bisa mengajak masyarakat untuk mandiri. Yaitu menjual kambing dengan sistem timbang hidup. “Jadi para peternak kambing di Bangelan ini sudah mempunyai banyak sistem. Seperti sistem triwulan, semesteran dan sistem tahunan seperti penjualan kambing saat menjelang Hari Raya Idul Adha,” beber Budiono.
BACA JUGA:
Polisi Buru Pencuri Kambing di Bunulrejo Kota Malang
Terpisah, Dadang K, selaku Ketua Kelompok Peternak kambing Karya Mulya menjelaskan, saat ini pihaknya mengelola 1.500 ekor kambing milik 90 warga Dusun Sidomulyo, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Dari jumlah kambing itu, sambung Dadang, merupakan kambing jenis peranakan etawa (PE). Dimana dalam setiap bulannya, bisa menghasilkan sekitar 200 liter susu kambing. Agar menghasilkan susu yang lebih maksimal, Dadang mengaku bakal menambah indukan jenis PE dan Sunggowo.
“Harga susu kambing saat ini mencapai Rp 20 ribu per liternya. Agar perekonomian masyarakat Bangelan terus terangkat, kami akan tambah dengan indukan jenis PE dan Sunggowo. Kami juga menjalin kemitraan bersama PTPN XII Bangelan dalam bentuk yang saling menguntungkan,” Dadang mengakhiri. [yog/suf]






