Malang (beritajatim.com) – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, meresmikan produk inovasi hasil kolaborasi Universitas Brawijaya (UB) dengan sejumlah mitra industri dalam kegiatan Research and Innovation Day di Malang.
Dia menilai kolaborasi kampus dan industri merupakan langkah strategis untuk memperkuat perekonomian nasional melalui inovasi teknologi.
“Kita membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, kita membutuhkan aktivitas industri yang bangkit kembali di negeri ini,” ujar Prof Brian, Sabtu (1/11/2025).
Menurut dia, industri Indonesia tidak lagi bisa bergantung pada pola produksi konvensional. Transformasi menuju industri berbasis riset menjadi keharusan agar Indonesia mampu bersaing di pasar global.
“Kami sangat senang para industri menjadikan mitra Universitas Brawijaya. Karena kampus adalah tempat orang-orang pintar berkumpul,” katanya.
Prof. Brian menjelaskan bahwa negara maju menempatkan kampus sebagai pusat lahirnya inovasi yang dapat dikomersialisasikan. Sinergi kampus dan industri dinilainya akan menghasilkan produk yang memiliki nilai pasar kuat dan berkelanjutan.
“Itu yang harus kita mulai sekarang. Industri berbasis sains dan teknologi, industri yang menggandeng riset dari kampus,” tegasnya.
Selain meresmikan produk hasil kolaborasi, dia juga mendorong peningkatan komersialisasi hasil riset. Kampus, menurut dia, harus berani membawa inovasinya ke pasar dengan dukungan dunia usaha.
“Cari produk yang dibutuhkan pasar. Setelah riset dan inovasi kuat, barulah kita bergandengan dengan industri,” ujarnya.
Kolaborasi UB dengan PT Eka Ormed Indonesia menjadi contoh sinergi riset dan industri dalam menghasilkan produk medis inovatif. Perusahaan tersebut mengapresiasi dukungan penuh dari kampus dan pemerintah.
“Terima kasih banyak support-nya dari Pak Menteri, DIKST, dan FK UB, serta dokter orthopedi, khususnya dr Agung dan dr Krisna, yang mewujudkan produk inovasi implant produksi dalam negeri,” ujar Bagas Samudra dari PT Eka Ormed Indonesia.
Rektor UB, Prof. Widodo, mengatakan pihaknya berkomitmen agar riset dosen dan mahasiswa tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah. Dia menyebut pentingnya hilirisasi hasil penelitian agar bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Harapannya inovasi yang dihasilkan bisa dimanfaatkan masyarakat dan menghasilkan cuan juga untuk meningkatkan ekonomi,” tutupnya. [asg/ian]






