Surabaya (beritajatim.com)- Banyak orang kini mulai menjalankan hidup sehat dengan kembali ke alam, salah satunya adalah dengan menerapkan tren green living, menanam tanaman hijau di dalam rumah sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
Namun, di beberapa daerah, kususnya perkotaan yang minim lahan tanah kerap menjadi tantangan bagi masyarakat. Untungnya, kini telah banyak alternatif menarik untuk tetap berkebun tanpa tanah.
Beberapa tanaman seperti anggrek, kaktus, teratai, bahkan lidah mertua ternyata mampu tumbuh subur tanpa media tanah.
1. Anggrek
Anggrek termasuk ke dalam tanaman epifit, yaitu tanaman yang hidup menempel tanpa mengambil nutrisi dari inangnya. Akar anggrek mapu menyerap air dan nutrisi dari udara, sebagai penggantinya, anggrek sering ditanam di media berpori seperti sabut kelapa atau arang yang memungknkan udara mengalir dengan baik di sekitar akar.
Hal ini menjadikan anggrek sering dipilih sebagai tanaman hias karena tidak memerlukan media tanah dan perawatannya juga lebih mudah.
2. Kaktus
Kaktus juga dapat menjadi pilihan tanaman yang ramah tanah, sebagai gantinya kaktus dapat ditanam pada media kerikil, arang, atau campuran sabut kelapa yang memiliki drainase baik. Hal ini karena kaktus memiliki sistem adaptasi yang baik pada akar dan batangnya sehingga kaktus tidak membutuhkan perawatan khusus.
3. Lidah mertua
Selain itu, lidah mertua dikenal sebagai tanaman yang tangguh karena dapat beradaptasi di berbagai kondisi. Akarnya tidak memerlukan banyak nutrisi dan dapat menyerap air serta mineral langsung, seta daunnya yang tebal dan berfungsi menyimpan air menjadi alasan tanaman ini sering di tanam vas dengan media air atau kerikil.
4. Teratai
Tidak berbeda dengan lidah mertua, tanaman air seperti teratai juga bisa menjadi pilihan menarik untuk mempercantik ruangan. Tanaman ini hanya membutuhkan air sebagai media tumbuh sehinggamudah dirawat dan cocok ditempatkan di wadah dekratif seperti vas atau kolam kecil.
Tren menanam menggunakan media laternatif ini tidak hanya menjadi solusi bagi keterbatasan lahan, tetapi juga mebentuk kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan perawatan yang sederhana, siapapun dapat menghadirkan suasana hijau di rumah tnap perlu takut kotor karena tanah.
[Erlina Damayanti]






