Malang (beritajatim.com) – Arema FC mengakui kewalahan menghadapi Persik Kediri. Dalam duel itu, Arema mampu menang dengan skor tipis 3-2 di laga yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (19/11/2021).
“Seperti yang sudah kami perkirakan sebelumnya, ini menjadi pertandingan yang sulit. Kami menghadapi lawan yang memiliki motivasi tinggi mengalahkan kami. Beberapa kali taktik kami tidak berjalan baik,” kata pelatih Arema FC, Eduardo Almeida.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-fc”]
Eduardo mengatakan, meski bermain dalam tekanan, Arema FC mampu mengeluarkan karakter tak kenal lelah. Terbukti saat tertinggal terlebih dahulu, Arema justru mampu membalas dengan 3 gol dan sempat unggul 3-1 hingga awal babak kedua.
“Kami bermain dengan karakter meski mendapat perlawanan kuat, kami tetap bisa memenangkan pertandingan. Jadi selamat untuk semua pemain yang berhasil memenangkan pertandingan,” ujar Eduardo.
Eduardo menuturkan, pada babak kedua Arema mendapat tekanan tinggi dari Persik. Arema gagal mengembangkan permainan, hingga Persik mampu mencetak tambahan gol lewat penalti. Hal ini menjadi bahan evaluasi tim untuk laga selanjutnya.
“Babak kedua kami banyak kehilangan bola karena lawan juga menaikkan pressing. Mereka dapat memaksimalkan pressing itu dengan mencetak satu gol. Tetapi perlu juga diketahui bahwa lawan juga menginginkan kemenangan, maka mereka banyak menekan kami. Tetapi pada pertandingan lainnya kami akan bisa tampil berbeda lagi,” tandasnya. [luc/suf]






