Munchen (beritajatim.com) – Sebelum first leg perempat final dini hari tadi, Bayern Munchen nirkalah di 22 laga kandang terakhir mereka di Liga Champions. Catatan impresif tersebut harus terhenti di tangan Inter Milan. Bayern keok 1-2 di Allianz Arena, Munchen.
Die Roten bahkan tertinggal lebih dulu pada babak pertama via gol Lautaro Martinez menit ke-38. Bayern baru menyamakan kedudukan lima menit jelang waktu normal habis via Thomas Muller.
Tetapi, tiga menit berselang, Nerazzurri memastikan kemenangan krusial 2-1 melalui gol Davide Frattesi. Padahal, sepanjang laga Bayern lebih mendominasi. Mereka unggul di 7 tendangan tepat sasaran berbanding 4 milik Inter dan mencatatkan 58 persen penguasaan bola.
Kemenangan tersebut sangat penting bagi Inter. Sebab, mereka hanya butuh hasil seri pada second leg yang dimainkan di Stadio Giuseppe Meazza, Milan, (17/4).
“Kami tahu ini baru separo jalan. Bayern tim hebat. Tetapi, kami bisa menandingi mereka. Kami harus menampilkan performa impresif pada second leg di depan Interisti,” ujar allenatore Inter Simone Inzaghi dilansir BILD.
Lebih jauh, Inter juga memperpanjang dominasi ketika menghadapi Bayern di kandangnya. Dari lima pertemuan di Eropa, Bayern hanya meraih satu kemenangan saat melawan Inter. Itu terjadi pada fase grup Liga Champions dua musim lalu. Sisanya, 3 kalah dan 1 seri.
Rival sekota AC Milan itu juga menjaga peluang meraih treble winners. Di Serie A, sebagai capolista mereka unggul tiga poin dari runner-up SSC Napoli (68 poin berbanding 65 poin). Inter juga lolos semifinal Coppa Itali.
Sedangkan bagi Bayern, kekalahan dini hari tadi mengancam misi double winners mereka. Bahkan, bukan tidak mungkin juga berimbas ke sisa laga Bundesliga meski saat ini masih unggul 6 poin dari runner-up Bayer Leverkusen (68 poin berbanding 62 poin).
Apalagi, pada spieltag ke-29 mereka harus menjalani Der Klassiker kontra Borussia Dortmund Sabtu (12/4). Secara implisit, fokus dan fisik Bayern untuk bangkit di second leg kontra Inter akan terbagi. (dio/ted)






