Milan (beritajatim.com) – Jika ada penghargaan tentang semifinal Liga Champions paling menguras emosi, pertemuan antara Inter Milan dan FC Barcelona sangat mungkin memenanginya.
Bagaimana tidak. Ada 13 gol tercipta di dua leg. 7 di antaranya terjadi pada second leg dini hari tadi dengan kemenangan Inter 4-3.
Bahkan, Nerazzurri melakukannya dengan sangat dramatis. Dua gol pemungkas tercipta di saat kritis via Francesco Acerbi (90+3′) dan Davide Frattesi di babak tambahan (90+9′).
Sebelumnya, Inter sempat unggul 2-0 pada babak pertama via Lautaro Martinez (21′) dan eksekusi penalti Hakan Calhanoglu (45′). Tetapi, FCB mampu membalikkan keadaan dengan tiga gol beruntun via Eric Garcia (54′), Dani Olmo (60′), dan Raphinha (87′) sebelum dua gol supertelat Inter kembali memutarbalikkan skor.
“Setelah first leg (3-3, Red) kami memiliki gambaran yang jelas tentang second leg. Tetapi, tanpa pengorbanan yang besar, mustahil kami memenangi ini,” ujar allenatore Simone Inzaghi dilansir La Gazzetta dello Sport.
Keberhasilan lolos ke final sekaligus menyudahi tren buruk mereka yang hanya mendapag satu kemenangan dalam empat laga sebelumnya.
Sekaligus bisa jadi pelipur lara kegagalan di Coppa Italia dan sangat mungkin di Serie A. Saat ini, Inter tertinggal 3 poin dari SSC Napoli (74 poin berbanding 77 poin) yang memimpin klasemen dengan hanya 3 giornata tersisa.
Lebih jauh, ini menjadi final Liga Champions kedua Inter dalam tiga musim terakhir. Dua musim lalu, rival sekota AC Milan itu juga melenggang ke final sebelum dikalahkan Manchester City 0-1.
Di final, Inter akan menghadapi pemenang antara Paris Saint-Germain dan Arsenal yang berlaga dini hari nanti. PSG sementara unggul agregat 1-0. Laga final bakal dimainkan di Allianz Arena, Munchen, 1 Juni mendatang.
“Ini (lolos final, Red) luar biasa. Aku kehabisan kata-kata untuk menjelaskan sensasinya,” ucap Frattesi, pencetak gol penentu kemenangan Inter. (dio/ted)






