Gresik (beritajatim.com)- Sempat vakum akibat tingginya pandemi covid-19. Masyarakat pesisir Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Gresik, kembali menggelar ski lumpur. Tradisi yang setiap tahun itu, digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77. Warga di Desa Karangkiring, Kecamatan Gresik menggelar lomba ski di atas lumpur.
Atraksi tersebut berlangsung menarik, hanya dengan meluncur di atas lumpur menggunakan papan seluncur. Warga Desa Karangkiring yang berprofesi sebagai nelayan memanfaatkan ski lumpur sebagai hiburan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”HUT-RI”]
Ski lumpur dimodifikasi warga setempat. Ini karena kontur alam di Desa Karang kering dipenuhi lumpur.
Siapa yang paling cepat melaju sampai garis finish menjadi pemenangnya. Lomba berlangsung seru. Pesertanya tidak hanya laki-laki tetapi juga anak-anak. Lomba ini digelar setahun sekali.
Para penonton yang berada di dermaga Desa Karangkering sontak bersorak dan menyemangati para peserta. Lomba tidak semudah yang dibayangkan. Alih-alih bisa meluncur dengan lancar, beberapa peserta justru terjebak di lumpur sehingga papan ski tidak bisa berjalan lancar.
Salah peserta Su’ut (40) berhasil menang dalam lomba tersebut. Dia mengaku senang lantaran ikut memeriahkan lomba ski lumpur yang digelar setahun sekali ini. “Senang sekali bisa menang, dilihat orang banyak,” ujarnya, Kamis (11/08/2022).
Ketua Karang Taruna Desa Karangkering, Bandriyo mengatakan, ski lumpur di daerahnya merupakan agenda tahunan dari lantaran olahraga rakyat ini sudah menjadi budaya.
“Keberadaan ski air secara tidak langsung bisa meningkatkan perokonomian warga di sekitar dermaga karena banyak dikunjungi warga untuk foto. Pasalnya, panorama alamnya sangat bagus,” tandasnya. (dny/kun)






