Surabaya (beritajatim.com) – Usia seperempat abad sering dianggap sebagai masa peralihan dari remaja ke dewasa. Di mana mereka yang sudah mencapai usia ini, sering dibebani dengan pencapaian-pencapaian yang harusnya sudah mereka dapatkan. Mulai dari pekerjaan yang mapan, hingga jodoh. Sehingga banyak yang merasa mulai mengalami quarter life crisis.
Terus-menerus memikirkan tuntutan dan kata orang, tentu akan semakin membuat kita tertekan. Sebagaimana sudah dianggap dewasa, orang dengan usia 25 tahun ke atas sudah cukup matang untuk memilah mana yang perlu diprioritaskan dan tentunya memiliki dampak yang baik bagi diri sendiri.Termasuk memilah mana-mana hal yang tak perlu terlalu dipikirkan seperti berikut ini
Penilaian orang Lain
Mendengarkan pendapat orang lain mungkin memang perlu, namun penilaian orang terhadap diri bukanlah patokan yang harus terealisasi. Menjadi pribadi yang mulai berfikir dewasa, setidaknya penilaian orang lain sudah jadi sesuatu yang tidak perlu dipedulikan apalagi dijadikan beban.
Mengikuti standart hidup orang lain
Setiap orang mungkin memang menentukan standart hidup mereka, bahkan dalam lingkup masyarakat terkadang standart itu juga ada dan berlangsung sejak lama, seperti standart usia menikah dan lainnya. Namun, kembali lagi, mengikuti standart orang lain juga belum tentu membuatmu bahagia. Justru hanya akan menjadi beban hidup ketika memaksakan untuk menjalaninya.
Ekspektasi orang tua
Orang tua tentu mempunyai ekspektasi tinggi pada anaknya. Namun, hal itu bukan berarti harus menjadi acuan diri untuk menjalani hidup. Membahagiakan orang tua memang harapan semua anak, tapi jalannya tidak melulu harus sesuai dengan ekspektasi orang tua. Ekspektasi tinggi bagi orang tua mungkin memang bertujuan baik, namun tidak menjamin kebahagiaan.
Pencapaian Orang
Pada dasarnya tidak perlu mempedulikan pencapaian orang lain. Karena setiap individu memiliki cara, kemampuan, dan nasib keberuntungan yang berbeda-beda. Terlalu menargetkan diri dengan pencapaian orang justru akan menghilangkan jati diri itu sendiri.
Tidak perlu pedulikan hal-hal tersebut, cukup jalani hal-hal baik menurut versi diri sendiri, Karena pada dasarnya setiap orang mempunyai jalan hidupnya masing-masing. Fokus saja dengan memperbaiki diri, tanpa perlu mendengarkan penilaian orang lain. (fyi/tur)






