Malang (beritajatim.com) – Manajemen Arema FC memahami kekecewaan Aremania usai kalah dari Persik Kedir dengan skor 3 – 2. Laga Derby Jatim melawan Macan Putih digelar di Stadion Joko Samudro, Gresik pada Minggu (3/5/2026).
Manajer bisnis Arema FC Munif Wakid mewakili seluruh manajemen meminta maaf atas rentetan hasil buruk dalam 2 laga terakhir Derby Jatim. Manajemen pun berjanji akan melakukan evaluasi total atas hasil memalukan ini.
“Evaluasi, perombakan tim. Mainnya kurang semangat. Tadi malam di locker room juga evaluasi. Besok sewaktu latihan juga evaluasi. Setiap kali kalah kami selalu evaluasi,” kata Munif.
Kekalahan Arema FC dalam derby Jatim melawan Persik Kediri membuat Aremania kecewa. Mereka mendatangi kantor Arema FC pada Minggu, (3/5/2026) malam sekira pukul 19.00 WIB. Mereka protes atas rentetan hasil buruk. Meski sempat membuat macet Jalan Mayjend Panjaitan situasi berangsur kondusif pada pukul 21.00 WIB.
“Tidak kerusakan karena teman-teman sudah dewasa, kondusif semuanya. Saya kurang tahu karena waktu datang sudah klir semua. Kayanya yang dibakar ban tapi tidak apa-apa, tidak ada kerugian,” ujar Munif.
Pantauan di lokasi Aremania yang kecewa nampak membakar sejumlah benda hingga api nampak menyala di jalan raya Mayjend Panjaitan yang berada di depan Kantor Arema FC. Selain melakukan bakar-bakar beberapa Aremania juga memasanga sejumlah poster penuh kekecewaan.
Poster itu bertuliskan ‘3 point bulshit’ bergambar Pelatih Arema FC Marcos Santos. Lalu ada poster bergambarkan Anwar Rifai salah satu pemain Arema FC yang dianggap jadi salah satu penyebab kekalahan. Poster-poster ini terpasang di depan Arema FC Store yang berada satu komplek dengan Kantor Arema FC.
“Kita kecewa berat. Mainnya jelek. Pokoknya ke depannya harus lebih baik. Intinya harus menang,” kata Samid salah satu Aremania yang ada di lokasi. [luc/suf]






