Surabaya (beritajatim.com) – Dalam ilmu psikologi, sikap manipulasi menjadi hal yang banyak terjadi. Tak hanya manipulasi diri sendiri, tapi bisa juga dilakukan pada orang lain.
Biasanya hal ini bertujuan agar kepercayaan diri seseorang menurun, merasa takut, sehingga jadi lebih mudah untuk dikontrol. Terlebih dalam melakukan sesuatu yang sesuai dengan harapan manipulator.
Berikut ini beberapa bentuk manipulasi psikologi yang kerap terjadi, di antaranya;
Triangulation
Seseorang melibatkan orang ketiga dalam sebuah konflik. Hal ini dilakukan agar pelakunya tampak sebagai sosok yang superior. Misalnya, saat membenci seseorang, tak jarang ia mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama, yakni menjauhinya.
Moving the Goalposts
Seseorang dengan kecenderungan menaikkan standar ekspektasi tersebut, biasanya memiliki prinsip yang tak pernah cukup. Hingga kemudian berdampak pada sifatnya yang seringkali merendahkan orang lain, membanding-bandingkan, hingga mengomentari kekurangan orang lain.
Love Bombing
Love bombing merupakan salah satu tanda psikologi manipulasi juga. Namun, dilakukan dengan cara memberikan beragam pujian dan sejenisnya. Hal ini dimaksudkan agar seseorang menjadi suka pada dirinya. Jika sudah begitu, akan lebih mudah untuk dikontrol sesuai keinginannya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kampus”]
Gaslighting
Gaslighting merupakan tanda yang juga paling banyak dilakukan orang-orang manipulatif. Ia kerap kali berbohong dengan memutar balikkan fata. Sehingga seseorang akan merasa meragukan ingatannya sendiri dan seolah mengada-ada.
Playing Victim
Kerap merasa menjadi korban, padahal dirinyalah yang menjadi pelaku utamanya. Sehingga mungkin kesalahan yang seharusnya ia pertanggungjawabkan, justru dilemparkan pada orang lain. (fyi/ian)






