Surabaya (beritajatim.com) – Ngeskrip, sebuah rintisan usaha yang lahir dari kolaborasi dosen dan mahasiswa di Program Studi Ilmu Komunikasi, FHIK – UK Petra kini telah memasuki tahun kedua.
Berawal dari kelas “Media Entrepreneurship” di Petra Christian University, proyek kelas ini tumbuh menjadi usaha yang mampu mendatangkan revenue secara nyata.
Ngeskrip ini bisa berkembang karena adanya dukungan dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Skema Pengembangan Usaha Kampus yang didanai oleh Kemendikbud Ristekdikti tahun 2023 dan 2024.
“Awalnya, ngeskrip dimulai dari proyek kelas yang memotret adanya gap di Dunia Usaha/Dunia Industri dalam memenuhi kebutuhan jumlah naskah dengan kapasitas menciptakan naskah. Dalam perjalanan, ada kebutuhan jasa produksi atau eksekusi skrip menjadi sebuah karya audio-visual bersifat micro content” ujar Jandy Luik, Ph.D., Ketua Tim Hibah PkM ini.
Seiring berjalannya waktu, ngeskrip melakukan kolaborasi dengan mahasiswa dari program studi teknik informatika dan program studi manajemen keuangan, dan mengikuti program inkubasi kewirausahaan/startup yang dijalankan oleh Sentra Inovasi dan Kewirausahaan UK Petra.
Bahkan, Ngeskrip juga mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha untuk terus meningkatkan efisiensi pelaksanaan pelatihannya.
“Tim kami berkembang, dan melibatkan rekan-rekan dosen dalam berbagai bidang keahlian ada Dwi Setiawan, Ph.D. dari Magister Sastra, Ridhotama Shanti, Ph.D. dari Manajemen, dan Jacobus Win dari bidang Teknologi Informasi untuk menguatkan fondasi Ngeskrip” lanjut Jandy.
Hasilnya, Ngeskrip berhasil mendapatkan dukungan dana dari program hibah PkM Kemendikbud Ristekdikti tahun 2023 dan 2024.
Dengan dukungan ini, Ngeskrip bisa melakukan pemutakhiran sumber daya, dan akses, sehingga kemampuan eksekusi naskah menjadi lebih efektif. Misalkan, alur produksi menjadi lebih ringkas, biaya produksi bisa lebih ditekan, dan bisa melibatkan mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan talenta kreatif mereka lewat Ngeskrip ini.
Selain karya micro content yang merupakan video-video berdurasi pendek, Ngeskrip juga berinovasi dalam produksi video profil UMKM. Seperti yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa penggagas Ngeskrip, Thomas Lesmono.
“Kami melakukan produksi video profil untuk sebuah UMKM yang membuat sambal dan produknya sudah masuk di minimarket waralaba dan juga telah di jual sampai ke luar negeri, kami melakukan pendekatan documentary style dalam pembuatan video ini”. kata Thomas.
Selain itu, Ngeskrip juga pernah membangun video profil dari sebuah komunitas masyarakat yang bergerak dalam bidang urban farming di Surabaya.
Pendanaan hibah yang diperoleh tidak hanya memperkuat fondasi bisnis Ngeskrip, tetapi juga mendorong inovasi dengan tujuan mempersiapkan para talenta muda menghadapi kebutuhan pasar. Ngeskrip menawarkan platform yang mampu menghubungkan bakat-bakat tersebut dengan berbagai proyek kreatif.
“Kami berharap Ngeskrip dapat terus menjadi wadah yang memberdayakan talenta muda serta menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia akademis dan Industri” tambah salah satu perwakilan mahasiswa ini. (ted)






