Magetan (beritajatim.com) – Sejumlah warung di Kawasan Puncak Gunung Lawu tepatnya di Hargo Dalem terdampak kebakaran hutan pada Minggu (1/10/2023 ) lalu. Namun, Mbok Yem, salah seorang pemilik warung mengaku tak ingin turun.
Lansia asal Desa Gonggang Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan itu mengaku merasa aman di kawasan Puncak Gunung Lawu. Dia ditemani dua satgas Perhutani sekaligus pegawai warungnya yakni Muis dan Kelik.
Dalam sebuah video yang diunggah dalam Grup Gunung Lawu 3.265 MDPL pada 3 Oktober 2023, Mbok Yem mengaku tak mau turun dari warung di ketinggian sekitar 3.170 meter diatas permukaan laut itu.
Baca Juga: Polres Blitar Selidiki Dugaan Perampasan Mobil Oleh Oknum Polisi Jombang
“Sehat, aku sehat neng kene. Pokoke aku ra arep jaluk medun. Aku tetap neng kene. Warungku slamet, kabeh slamet,” kata Mbok Yem dalam rekaman video milik salah seorang relawan yang memantau karhutla di kawasan Gunung Lawu pada 2 Oktober 2023.
Wanita 64 tahun itu meminta doa pada siapa saja agar dirinya diberi kesehatan dan keselamatan selama bertahan di kawasan Puncak Gunung Lawu meski saat ini titik api masih terlihat di hutan lindung Gunung Lawu.
“Nyuwun dongan wae, kulo diparingi kuat slamet teng mriki. Aku nek dijak medun, aku ra gelem medun,” katanya.
Baca Juga: Cegah Perundungan, Pemkab Sidoarjo Gencarkan Aksi ‘Stop Bullying’
Diketahui, warung Mbok Yem masih berdiri tegak tak tersentuh api sama sekali. Namun, beberapa warung di kawasan Hargo Dalem hangus terbakar karena terdampak karhutla.
Hingga saat ini, api di kawasan puncak Gunung Lawu dipastikan sudah padam. Pun, jalur pendakian Gunung Lawu sudah ditutup sejak 9 September 2023 lalu. Baik via Jawa Timur maupun via Jawa Tengah.
Saat ini, tiga daerah di selingkar Gunung Lawu sudah menyatakan status Tanggap Darurat Karhutla, termasuk Ngawi dan Magetan di Jawa Timur serta Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Upaya pemadaman masih dilakukan, baik jalur darat dan jalur udara menggunakan water bombing oleh helikopter BNPB. [fiq/ian]






