Kediri (beritajatim.com) – Berbagai kebahagiaan terhadap sesama, anggota DPRD Kota Kediri Regina Nadya Suwono merayakan Hari Natal bersama anak yatim piatu dan penyandang disabilitas. Tidak hanya berdoa dan merayakan Natal bersama, anak-anak tersebut juga diajak untuk berenang di kolam renang.
Perayaan Hari Natal tersebut bertempat di Hotel Bukit Daun Kediri. Yang paling special dari acara tersebut, Mbak Rere, panggilan akrab anggota legislative paling muda di Kota Kediri ini adalah selain mengundang perwakilan gereja juga memanggil anak yatim piatu dari panti asuhan di Kota dan Kabupaten Kediri. Bahkan, diantara merek ada anak-anak yang berkebutuhan khusus alias penyandang disabilitas.
Anak-anak yatim piatu dan disabilitas tersebut berasal dari Dusun Kalibago, Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri dan dari Puhsarang di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri serta dari panti asuhan yang ada di Kota Kediri. Mereka diajak berdoa dan berenang bersama di kolam renang Hotel Bukit Daun.

“Kita ajak mereka berenang bersama. Kita memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka. Meskipun sederhana, hanya berenang, tetapi saya berharap itu bisa bermakna dan membuat hari mereka menjadi lebih Bahagia dalam merayakan Natal,” kata Mbak Rere.
Politis perempuan Kota Kediri itu juga menggui mereka di pinggir kolam renang. Sehingga tampat keceriaan terpancar dari anak-anak tersebut. Mbak Rere mengaku senang bisa membahagiakan mereka karena sebelumnya anak anak-anak ini tidak pernah berenang di kolam renang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Natal”]
“Sebenarnya saya juga senang melihat mereka senang. Sebelumnya, saya tanya sering berenang? Mereka bilang, katanya berenang di kali dan sungai. Kita tidak pernah berenang di kolam renang kak. Ini adalah experience pertama mereka. Jadi saya senang bisa mewujudkan keinginan mereka berenang di kolam renang,” sambungnya.
Perayaan Natal di kediaman Mbak Rere ini mengambil tema kesederhaaan. Selain karena masih dalam suasana pandemi, menurut Director Marketing and Sales Bukit Daun Kediri ini, sebagai refleksi diri untuk kembali ke akar hidup yang sederhana, namun bisa memberikan dampak yang baik terhadap sesama.
“Momen Natal di tahun ini bagi saya untuk merefleksikan diri untuk kembali. Ssemoga kita ini hidup dalam kesederhanaan dan memberikan dampak yang baik. Memberikan kebahagian bagi orang di sekeliling yang lebih membutuhkan. Jadi kita berusaha kembali ke akar muasal kita hidup didunia ini, untuk berguna untuk sesame. Harapannya Natal ini bisa memberikan contoh bagi masyaraka untuk tetap memperhatikan tali persaudaran bagi warga sekitar,” paparnya.
Dalam acara ini juga menampilkan lagu lagu pujian dari paduan suara Panti Asuhan Santo Yoseph Kota Kediri serta penampilan band dan tari-tarian dari sekolah gereja. Anak-anak juga diajak berdoa bersama dan mendengarkan khotbah dari Romo Jo .Sedangkan rangkaian acara sendiri tetap menggunakan protokol kesehatan ketat seperti pengecekan suhu badan serta menggunakan masker. [nm/ted].






