Magetan (beritajatim.com) – Meski DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah mendelegasikan Nanik Endang Rusminiarti sebagai Bakal Calon Bupati Magetan, Ida Yuhana Ulfa, tetap melanjutkan pendaftarannya untuk maju sebagai Calon Bupati Magetan dalam Pilkada 2024 lewat PKB.
Istri Wakil Ketua DPRD Magetan Nur Wachid itu mengaku tetap menindaklanjuti dan tertib dengan prosedur. Untuk keputusan, dia menyerahkan pada DPP PKB. Meskipun, dia sudah mendengar jika ada informasi bahwa sudah ada arah PKB memberikan rekom ke Bunda Nanik.
‘’Pada 29 April 2024 saya mendaftar online ke PKB. Kemudian, 1 Mei 2024 saya mendapat undangan Taaruf Bacakada dengan Gus Muhaimin di Vasa Hotel Surabaya. Selanjutnya, 4 Mei 2024 saya menghadiri undangan ke Vasa Hotel Surabaya (dan hanya saya yang hadir). Dan hari ini, 14 Mei 2024, saya menyampaikan formulir pendaftaran secara offline ke DPC PKB,’’ terang wanita yang lekat disapa Mbak Ida itu.
Diketahui, Ida merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Huda, Desa Kedungpanji, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Mengenai upaya komunikasi politik, Ida mengklaim telah bertemu dengan para Masyayikh Bumi Mageti. Disatu sisi, Alumni Unesa Jurusan Bimbingan Konseling ini, lahir dan tumbuh besar di lingkungan NU.
“Sudah minta doa restu dan dukungan agar mengikuti kontestasi ini. Tinggal selanjutnya kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Disatu sisi, dirinya bakal membawa isu keterwakilan perempuan, dengan harapan Kabupaten Magetan memiliki perempuan yang mandiri dari berbagai aspek.
“Tidak hanya teori tapi betul betul teraplikasikan secara nyata. Isu perempuan di Magetan memang belum terwadahi secara maksimal,” terangnya.
Menurut dia, jumlah perempuan saat ini 640 ribu atau hampir seimbang dengan laki laki. Sehingga, jika perempuan menjadi mandiri dari berbagai aspek, maka mempunyai ruang berpolitik lebih luas.
“Akhirnya kesejahteraan bisa dirasakan oleh semua pihak, khususnya kaum hawa. Saya ingin Perempuan Magetan bisa mendapat kesempatan, baik di politik, pendidikan, perekonomian, semua bisa dirasakan,” pungkasnya. [fiq/but]






