Indramayu (beritajatim.com) – Mbah Karti (79), seorang lansia asal Desa Cangko, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hidup sebatang kara dalam kondisi yang memprihatinkan. Ia tinggal di rumah tanpa penerangan listrik, atap bocor, dan tanpa kasur. Makan sehari-harinya pun bergantung pada belas kasihan tetangga dan kerabat.
Kondisi Mbah Karti terungkap setelah adanya aduan ke Command Center Kementerian Sosial (Kemensos). Petugas Kemensos kemudian mengunjungi Mbah Karti dan melakukan asesmen untuk melihat kondisi fisik, psikis, sosial, dan ekonominya.
Berdasarkan hasil asesmen, Kemensos memberikan bantuan kepada Mbah Karti berupa: aneka kebutuhan dasar seperti sembako dan nutrisi, peralatan memasak berupa kompor dan tabung gas serta pemasangan listrik di 5 titik rumah.
Pemasangan listrik ini penting untuk memudahkan aktivitas Mbah Karti di rumah dan menghindari potensi kebakaran akibat penggunaan lampu cempor.
Selain itu, Kemensos juga membantu Mbah Karti mendapatkan akses terhadap layanan data kependudukan, sehingga ia dapat mudah mengakses berbagai bantuan pemerintah.
Mbah Karti mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya dari Kemensos. “Syukur Alhamdulillah atas segala bantuan yang saya terima dari Kemensos, sangat bermanfaat untuk saya,” ucapnya.
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Cangko, Ramli, bersama perangkat desa lainnya akan terus memantau perkembangan Mbah Karti. “Kami akan terus monitor perkembangan Mbah Karti,” kata Ramli.
Kemensos berkomitmen untuk terus mendukung dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama kepada mereka yang rentan. [aje]






