Ringkasan Berita:
- Sebanyak 132.568 jemaah haji Indonesia atau 68 persen dari total jemaah telah meninggalkan Mina pada fase Nafar Awal.
- Jemaah bergerak menuju Makkah setelah menyelesaikan lontar jumrah ula, wustha, dan aqabah di kompleks Jamarat.
- Data Siskohat mencatat 424 dari total 527 kloter Indonesia telah menyelesaikan rangkaian mabit di Mina.
- Sebagian jemaah memilih Nafar Tsani dan akan bermalam satu malam lagi di Mina sebelum kembali melontar jumrah pada 13 Zulhijah.
Makkah (beritajatim.com) – Mayoritas jemaah haji Indonesia memilih mengambil Nafar Awal pada rangkaian ibadah haji tahun 1447 Hijriah. Hingga siang hari, sebanyak 132.568 jemaah atau sekitar 68 persen dari total jemaah Indonesia tercatat telah meninggalkan Mina menuju Makkah setelah menyelesaikan seluruh kewajiban lontar jumrah.
Gelombang mobilisasi besar-besaran jemaah dimulai sejak Jumat, 12 Zulhijah 1447 H atau 29 Mei 2026. Aktivitas di kawasan maktab pemondokan Mina meningkat sejak dini hari ketika jemaah bergerak secara bertahap menuju kompleks Jamarat untuk melaksanakan lontar jumrah ula, wustha, dan aqabah.
Setelah menyelesaikan rangkaian wajib haji tersebut, para jemaah kembali ke tenda untuk mengemas barang bawaan sebelum diberangkatkan menuju hotel pemondokan di Kota Makkah menggunakan armada bus syarikah.
“Ya kami merasa nyaman Nafar Awal, jadi setelah sekali lempar jumrah Aqabah dan dua kali lempar tiga jumrah, segera mengikuti arahan petugas menuju ke Makkah untuk tawah ifadhah, sa’i, dan tahalul,” ungkap Dwi Yatmi, jemaah dari Embarkasi Solo Kelompok Terbang 54 (SOC 54).
Menurut Dwi Yatmi, dirinya bersama seluruh anggota kloter telah bersepakat memilih Nafar Awal sebagai bagian dari pengaturan perjalanan yang dinilai lebih nyaman.
“Nafar Awal dan Nafar Tsani sama baiknya, kita ke Makkah sekarang, yang nafar tsani besok karena masih menunaikan lempar jumrah lagi,” tuturnya.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, aktivitas di pintu keluar kawasan tenda Mina mulai padat sejak pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Ratusan bus penjemput datang dan pergi secara bergantian untuk mengangkut jemaah menuju Makkah. Meski demikian, sempat terjadi penumpukan jemaah di beberapa titik akibat keterlambatan kedatangan armada bus.
“Seharusnya jamaah dari UPG 27 ini bergeser pukul 08.00, karena bus belum datang, jamaah yang telah siap harus menunggu di pintu keluar,” ungkap petugas transportasi lapangan, Muhammad Syukron.
Kondisi tersebut berangsur teratasi setelah petugas melakukan pengaturan dan distribusi armada secara bertahap.
Wakil Kepala Satuan Tugas (Wakasatgas) Mina, Zaenal Muttaqin, menjelaskan proses pemberangkatan jemaah ke armada bus telah diaktifkan sejak pukul 06.00 WAS.
Menurutnya, pola mobilisasi secara bertahap efektif mengurai kepadatan jalur keluar Mina sehingga arus pergerakan jemaah menuju Makkah tetap terkendali.
Hingga siang hari, data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mencatat sebanyak 132.568 jemaah Indonesia telah meninggalkan Mina. Jumlah tersebut berasal dari 424 kelompok terbang (kloter) yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian mabit.
“Dari total 527 kloter, sebanyak 424 kloter sudah meninggalkan Mina dan menyelesaikan rangkaian mabit,” terang Zaenal kepada Tim Media Center Haji (MCH).
Zaenal menambahkan, proses pembersihan area maktab bagi jemaah Nafar Awal berlangsung hingga pukul 14.00 WAS dengan target penyelesaian maksimal pukul 17.00 WAS.
Ia juga mengingatkan seluruh jemaah yang mengambil Nafar Awal agar sudah keluar dari wilayah Mina sebelum matahari terbenam.
“Apabila melewati waktu terbenamnya matahari, meskipun direncanakan Nafar Awal, jamaah harus melanjutkan mabit di Mina dan mengambil Nafar Tsani,” tegas Zaenal.
Sementara itu, sebagian jemaah lainnya memilih tetap berada di Mina untuk menjalankan Nafar Tsani. Kelompok ini akan bermalam satu malam lagi dan kembali melaksanakan lontar tiga jumrah pada Sabtu, 13 Zulhijah 1447 H.
“Kami ingin menyempurnakan dengan Nafar Tsani, sesuai yang kami sepakati saat manasik,” pungkas Muhammad, jemaah asal Kloter SUB 65. [ian/MCH]






