Mojokerto (beritajatim.com) – Sesosok mayat ditemukan mengambang di aliran Sungai Brantas, tepatnya di pusaran DAM Sipon sisi selatan, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Rabu (20/8/2025). Korban diduga merupakan pemancing asal Jombang yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terjatuh di Sungai Brantas Desa Tapen, Kecamatan Kudu, pada Senin (18/8/2025).
Kapolsek Gedeg, AKP Karen, mengatakan penemuan mayat tersebut bermula dari laporan salah seorang relawan saat apel pagi. “Saya di-japri oleh relawan bahwa ada mayat mengambang di Sungai Brantas. Saya bersama anggota langsung menuju lokasi, di sana sudah ada relawan, Basarnas, dan BPBD Jombang,” ungkapnya.
Relawan bersama Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang kemudian melakukan proses evakuasi. Proses penarikan mayat ke tepi sungai berlangsung sekitar 30 menit sebelum akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan.
“Dari hasil identifikasi awal, kuat dugaan korban merupakan pemancing yang dilaporkan hilang setelah terjatuh di Sungai Brantas, Desa Tapen, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, pada Senin lalu. Dugaan sementara sesuai dengan ciri-cirinya,” jelas AKP Karen.
Saat ditemukan, kondisi mayat sudah membengkak terutama pada bagian wajah dengan posisi tengkurap. Meski demikian, sejumlah ciri fisik masih bisa dikenali. Korban diketahui hanya mengenakan celana pendek warna hitam tanpa baju.
BPBD Kabupaten Jombang segera berkoordinasi dengan Polsek Kudu dan pihak keluarga. “BPBD Jombang berkoordinasi dengan pihak keluarga dan Polsek Kudu meminta agar jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Kudu untuk proses lebih lanjut sekaligus memastikan identitas korban oleh keluarga. Jadi setelah berhasil dievakuasi, langsung dibawa ke Puskesmas Kudu, Jombang,” tegasnya.
Sebelumnya, mayat laki-laki tersebut sempat terlihat melintas di aliran Sungai Brantas di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Mojokerto. Tubuh korban kemudian terjebak di aliran DAM Sipon di antara tumpukan sampah yang membelah Sungai Brantas. [tin/beq]






