Ponorogo (beritajatim.com) – Identitas mayat terbungkus yang ditemukan di Ngawi beberapa hari lalu sudah diketahui. Korban merupakan Sumiran, warga Kecamatan Parang Magetan.
Identitas itu terkuak, saat keluarga korban mengecek langsung ke Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi. Pihak keluarga mengenali kalau jenazah merupakan keluarganya.
“Kemarin keluarga korban ke Ngawi untuk melakukan pengecekan fisik. Ada tanda-tanda di tubuh yang dikenali oleh pihak keluarga bahwa korban benar-benar keluarganya,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudi Kurnia, Rabu (05/07/2023).
Meski identitas jenazah terbungkus karpet di Ngawi sudah terkuak, namun Satreskrim Polres Ponorogo tetap akan melakukan pembuktian secara ilmiah.
Baca Juga: Jenazah Terbungkus Karpet Ngawi Pensiunan TNI-AD Jadi Pengusaha Angkringan?
Usai mengecek fisik jenazah kemarin, salah satu keluarga yakni anak korban bernama Alfian Rani Lauzunta (20) diambel sampel darahnha oleh pihak medis RSUD dr Soeroto Ngawi. Pengambilan sampel darah dari anak korban, dijadikan pembanding untuk pemeriksaan DNA. Pemeriksaan DNA itu dilakukan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim.
“Selain pengenalan identitas jenazah lewat pengecekan fisik langsung dengan mengenali tanda-tanda tubuh korban, tetap kita lakukan uji secara ilmiah. Kita minta sampel DNA dari anak korban untuk dijadikan pembanding dan sampel itu dikirim ke Labfor Polda Jatim,” kata Niko, sapaan karib Nikolas Bagas Yudi Kurnia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”jenazah-terbungkus-karpet”]
Sebelumnya Polres Ponorogo juga sudah mengirimkan beberapa sampel untuk diujikan di Labfor Polda Jatim. Yakni sampel DNA di tubuh mayat terbungkus karpet di Ngawi, dengan sampel bercak darah yang menempel di beberapa tempat di rumah kontrakan di Jenangan.
“Sebelumnya juga sudah kirim, sampel DNA di tubuh korban dengan sampel bercak darah yang ada di daun pintu yang ada di rumah kontrakan di Jenangan,” ungkap Niko. (end/ted)






