Surabaya (beritajatim.com)- Apa itu Bookfluencer? Bookfluencer berasal dari bahasa Inggris “book” yang berarti “buku” dan “influencer” yang berarti “pemengaruh”. Bookfluencer berarti seseorang yang memengaruhi orang lain agar tertarik dengan buku untuk turut membaca.
Mereka adalah para penggemar buku yang aktif membagikan ulasan, komentar, rekomendasi, dan berbagai konten terkait buku. Bookfluencer biasanya menyebar di platform sosial media seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan platform khusus bookfluencer lainnya.
Berikut ini cara menjadi bookfluencer bagi kamu yang gemar baca buku:
1. Tentukan Gaya Konten Favoritmu
Ada banyak gaya konten bookfluencer di Instagram:
• Book Reviewer
Gaya konten ini biasanya diisi dengan ulasan tentang isi buku, mulai dari keunikan buku, kelebihan, dan kekurangannya. Saran untuk penulis juga ikut disertakan dalam ulasan.
• Book Photography
Sesuai namanya, gaya konten ini lebih menekankan pada pemotretan buku secara estetik, misalnya dengan memotret cover buku di sebuah taman dan menambahkan beberapa aksesoris yang menambah estetika visual.
• Quote Highlight
Gaya konten ini menggaris bawahi pesan-pesan baik yang terkandung dalam buku dan pesan yang sering sesuai dengan kenyataan dan perasaan pembacanya.
• Reading vlog
Gaya konten ini mengabadikan momen pembaca ketika membaca dan unboxing buku melalui video yang diunggah ke story atau reels Instagram.
2. Mulai dari Buku Koleksi Pribadi
Menjadi bookfluencer tidak perlu membeli buku baru yang banyak. Cobalah untuk memulai dari buku yang kamu punya, baik itu buku self improvement atau karya sastra. Kamu juga bisa meminjam buku di perpustakaan atau buku digital.
3. Gunakan Visual yang Menarik
Jika ingin menjadi bookfluencer di Instagram, usahakan untuk membuat visual postingan yang menarik agar pembaca ikut penasaran dengan buku tersebut. Usahakan jangan menggunakan feeds yang tidak senada atau berantakan.
4.Tulis Caption yang Mengundang Interaksi
Kamu bisa menggunakan caption seperti “Kalau kamu jadi tokoh utama di novel ini, kamu akan mengambil keputusan yang sama nggak?” Tambahkan juga hashtag #bookstagramindonesia #buku bagus #reviewbuku agar postinganmu lebih mudah ditemukan.
5. Konsisten dan Jangan Takut Bereksperimen
Ini adalah hal terpenting untuk menjadi bookfluencer. Kadang kala akan ada saatnya di mana kamu akan bosan membaca dan terasa stuck. Posting minimal seminggu sekali dan coba berbagai format postingan seperti story, reels, atau live review. Jangan takut jika hasilnya belum maksimal. Semua bookfluencer juga pernah mulai dari nol.
Jadi bookfluencer bukan soal siapa paling banyak koleksi bukunya, tapi siapa yang paling tulus membagikan cinta pada literasi. Kalau kamu suka baca dan ingin berbagi, yuk mulai sekarang! [Nazala Habibah Fathyadin]






