Gresik (beritajatim.com) – Hilangnya puluhan item material serta tiang lampu di kawasan Heritage Gresik yang dicuri orang beberapa hari lalu menjadi perhatian serius Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur.
Terkait dengan itu, BPPW Jawa Timur berjanji segera mengganti dan masih menunggu selesai proses produksi. Padahal, batas kontrak pekerjaannya sampai 11 November 2022.
Seperti diberitakan, kemarin Selasa (8/11), Komisi III DPRD Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak). Hasilnya, ditemukan banyak penutup tangkapan air ditutupi dengan batako atau lapisan seng. Ini karena penutup bok tangkapan air yang asli dicuri orang.
“Sepanjang Kramat Langon, Jalan KH Zubair, dan Jalan Agus Salim masih banyak yang belum tertutup,” ujar Agus selaku Pengawas Lapangan Proyek Heritage, Rabu (9/11/2022).
Selain penutup bok tangkapan air, proyek tersebut juga kehilangan plengkungan tiang penerangan jalan umu (PJU). Jumlahnya ada 21 pasang. Meski demikian, di lapangan memang masih banyak tiang yang belum ada plengkungannya karena memang belum dipasang.
“Laporan yang masuk ada 21 plengkungan PJU hilang dicuri orang yang tidak bertanggungjawab,” imbuh Agus.
Selain plengkungan PJU, para pencuri juga menggasak rambu jalan. Namun, hanya satu unit di kawasan tersebut. Hal ini pun menjadi perhatian serius. Sebetulnya, kehilangan itu terekam kamera closed circuit television (CCTV).
[berita-terkait number=”4″ tag=”Heritage-Gresik”]
Sementara itu secara terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPPW Jatim Rekyan Puruhita Sari menuturkan, penataan di tujuh ruas jalan itu progresnya sudah sesuai target. Saat ini hanya tinggal melakukan finishing untuk bagian yang kurang. Termasuk memasang unit-unit yang belum dipasang dan material yang hilang dicuri orang.
“Sebetulnya hilangnya besi-besi ini sudah sejak awal pengaspalan. Sekitar bulan lalu,” ungkapnya.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu besi-besi itu datang. Pasalnya, besi penutup hingga plengkungan tiang PJU masih dalam proses produksi.
“Kami masih menunggu karena masih masa produksi buat pengganti yang hilang,” katanya. [dny/but]






