Gresik (beritajatim.com) – Penataan kawasan Heritage Gresik sudah dalam finishing. Pemerintah daerah setempat selanjutnya akan mengembangkan kawasan tersebut agar konsepnya maksimal. Untuk itu, pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di tempat itu akan segera ditata atau dirapikan.
Salah satu PKL yang bakal dirapikan berada di Jalan Basuki Rahmat. Di jalan tersebut masih banyak PKL berjualan. Sehingga membuat kawasan itu kurang rapi kalau masih ada PKL.
“Kami sudah mensosialisasikan dan tempatnya sudah kami tentukan,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag (Diskoperindag) Gresik Ninik Asrukin, Senin (7/11/2022).
Rencananya PKL itu, dipindah di sejumlah tempat. Misalnya, pedagang makanan dipindah di alun-alun. Ada pula dipindah di Jalan Yos Sudarso Gresik. Prinsipnya saat dilaunching steril dari PKL.
“Ada sembilan PKL yang berada di Jalan Basuki Rahmat, akan kami tata. Mulai dari sosialisasi dan pemindahannya,” kata Ninik Asrukin.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Sebelumnya Diskoperindag Gresik telah melakukan sosialisasi ke pedagang, dan para jasa sol sepatu, yang berada di kawasan heritage Jalan Basuki Rahmat. Semua bisa menerima dan tidak ada yang mempermasalahkan.
“Secara bertahap PKL nanti akan berpindah sebelum dilakukan launching wisata heritage Bandar Grisse, pada awal Bulan Desember 2022. Sebelum launching para pedagang harus sudah pindah semua,” ungkap Ninik Asrukin.
Seperti diketahui, proyek penataan kawasan heritage itu berakhir 11 November 2022. Setelah itu pada awal Desember Pemkab Gresik rencananya akan melaunching kawasan tersebut. Kemudian di tahun 2023 mendatang pengembangan kawasan itu akan terus dilakukan. [dny/but]






