Surabaya (beritajatim.com) – Untuk pertama kalinya di Surabaya, kafe berkonsep matcha dengan bahan asli Jepang resmi hadir. Menariknya, seduhan matcha yang disajikan Kamogawa Matcha merupakan matcha autentik dari Kyoto, Jepang.
Berada di Surabaya, kafe matcha autentik ini mengusung tradisi Jepang yang telah berusia lebih dari 400 tahun, berakar dari budaya minum teh aliran Urasenke asal Kyoto.
Kamogawa Matcha didirikan oleh Chisato, perempuan kelahiran Kyoto yang tumbuh bersama keluarganya di sepanjang Sungai Kamogawa—sungai ikonik yang kemudian menjadi inspirasi nama kafe ini.
Kakek dan buyut Chisato dikenal sebagai guru upacara teh Urasenke. Sementara seni tradisi seperti chanoyu dan ikebana diwariskan secara lintas generasi dalam keluarganya.
Nilai ketenangan, kesederhanaan, serta penghormatan terhadap proses menjadi fondasi utama Kamogawa Matcha. Filosofi tersebut tercermin dari konsep ruang hingga identitas visual, termasuk penggunaan kamon, lambang keluarga Jepang yang melambangkan garis keturunan dan penghormatan terhadap leluhur.
“Kesegaran adalah kunci. Matcha harus hidup apalagi jenis macha yang diberikan disini berbeda dengan Indonesia lainnya yang sudah tercampur dengan bahan lainnya,” ujar Chisato.
Keaslian menjadi pembeda utama Kamogawa Matcha dibandingkan kafe sejenis. Komitmen ini diwujudkan dengan menghadirkan teknologi tradisional langsung dari Jepang.
“Kamogawa tercatat sebagai yang pertama di Indonesia yang mendatangkan dan mengoperasikan langsung mesin giling batu tradisional Jepang (ishi-usu) di dalam gerainya. Daun teh pilihan dari Jepang digiling perlahan untuk menjaga warna hijau alami, aroma segar, dan rasa umami khas matcha,” tambahnya, Jumat (30/1/2026) di Surabaya.
Setiap cangkir matcha disajikan dari bubuk yang digiling langsung di tempat, menghadirkan pengalaman minum teh yang utuh, tenang, dan penuh makna. Kelembutan matcha stone-ground yang menenangkan menghadirkan perjalanan rasa dari energi menuju kontemplasi.
Lebih dari sekadar ekspansi bisnis, kehadiran Kamogawa Matcha merepresentasikan Surabaya sebagai kota tujuan baru bagi brand kuliner dunia yang mengedepankan kualitas, identitas, dan keaslian. Tradisi Jepang tidak dihadirkan sebagai tren sesaat, melainkan sebagai warisan hidup yang dapat dinikmati secara perlahan.
Di tengah ritme kota yang cepat, Kamogawa mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak—menikmati sepiring kari, menyeruput secangkir matcha, dan merasakan bahwa tradisi terbaik selalu lahir dari kesabaran serta penghormatan terhadap proses. (way/kun)






