Pacitan (beritajatim.com) – Di tengah perbukitan Dusun Krajan, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, berdiri sebuah masjid yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kebersamaan di bulan suci. Masjid Lulu’ah Binti Ali Bin Utsman Al-Hasan, setiap hari menyajikan hidangan berbuka puasa yang tak kalah dengan menu makanan restoran.
Pada bulan Ramadhan ini, sejak pukul 17.00 WIB, warga mulai berdatangan. Ada yang datang sendiri, ada pula yang berombongan. Di pelataran masjid, aroma soto ayam, gulai kambing, dan sate yang baru dibakar menggoda selera. Di dalam, para remaja masjid sibuk menata meja dan membagikan piring.
“Setiap hari menunya berbeda, tapi semua istimewa. Kami ingin menghadirkan kebersamaan dan keberkahan Ramadhan bagi semua orang,” kata Fahmi Vermansyah, panitia iftar masjid, Minggu (8/3/2025).
Sebelum azan Magrib berkumandang, jamaah mendengarkan tausiah singkat dari ustaz. Begitu bedug berbunyi, mereka menyeruput teh hangat atau air zamzam, lalu mencicipi kurma dan kudapan ringan. Namun, yang membuat pengalaman berbuka di sini berbeda, adalah penyajian makanannya. Setelah salat Magrib, jamaah kembali duduk berhadap-hadapan, sementara para remaja masjid membagikan hidangan utama.
Setiap hari, lebih dari 100 porsi makanan disiapkan oleh delapan juru masak. Biayanya sepenuhnya ditanggung oleh para donatur dari Timur Tengah, yang tak hanya menyumbangkan bahan makanan, tetapi juga membangun fasilitas dapur lengkap untuk masjid ini.
Ketua Takmir Masjid Lulu’ah, Ali Sutopo, menyebut tradisi berbuka ini sudah berlangsung selama sepuluh tahun. “Siapa pun boleh datang, tanpa syarat. Kami ingin menjadikan masjid ini tempat ibadah sekaligus tempat berbagi kebahagiaan,” ujarnya.
Bagi warga Dusun Krajan, masjid ini lebih dari sekadar rumah ibadah. Setiap Ramadhan, tempat ini menjadi titik temu, di mana kebersamaan dan kepedulian tumbuh seiring dengan suapan makanan yang disantap bersama.
Setelah selesai berbuka, jamaah pulang ke rumah masing-masing, ada pula yang melanjutkan ibadah tadarus sambil menunggu waktu shalat isya dan tarawih berjamaah. (tri/kun)






