Surabaya (beritajatim.com)- Pernah tidak, saat anda sedang bercermin atau menyisir rambut, tiba-tiba terlihat satu dua helai rambut putih di antara rambut hitam? Padahal usia anda masih sekitar 20-an atau awal 30-an. Hal ini tentu membuat kaget dan rasa percaya diri menurun.
Uban yang muncul di usia muda, atau dalam istilah medis disebut premature hair graying, sebaiknya tidak dianggap sepele. Pada orang Asia, uban sudah disebut terlalu dini jika muncul sebelum usia 25 tahun. Jadi, uban bukan hanya soal bertambahnya usia atau faktor keturunan, tetapi juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang tidak dalam kondisi seimbang.
Salah satu penyebab paling umum adalah kekurangan nutrisi penting. Perlu diperhatikan bahwa rambut juga membutuhkan berbagai zat seperti vitamin B12, zat besi, tembaga, kalsium, dan vitamin D3 untuk menghasilkan melanin, yaitu zat yang memberi warna pada rambut. Jika tubuh kekurangan nutrisi tersebut, sel pewarna rambut bisa berhenti bekerja lebih cepat, sehingga rambut baru tumbuh tanpa warna.
Selain itu, stres yang berlangsung lama juga berpengaruh besar. Saat stres, tubuh melepaskan hormon yang dapat mengganggu sel penghasil warna rambut. Jika dibiarkan terus-menerus, sel tersebut bisa rusak bahkan hilang, sehingga uban muncul lebih cepat.
Gaya hidup yang kurang sehat juga ikut mempercepat munculnya uban. Kebiasaan merokok, kurang tidur, serta sering terpapar polusi dan sinar matahari tanpa perlindungan bisa mempercepat penuaan dini pada rambut.
Tidak hanya itu, uban di usia muda juga bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Seperti gangguan pada kelenjar tiroid, anemia, atau penyakit autoimun yang dapat memengaruhi warna rambut.
Lalu, apakah uban bisa kembali hitam? Jawabannya tergantung penyebabnya. Jika uban muncul karena faktor yang masih bisa diperbaiki, seperti kekurangan nutrisi atau stres, rambut yang tumbuh berikutnya berpeluang kembali ke warna aslinya. Namun, jika disebabkan oleh faktor keturunan, biasanya perubahan ini bersifat permanen.
Untuk mencegahnya, anda bisa memulainya dengan cara sederhana seperti menjaga pola makan. Konsumsi makanan yang kaya vitamin B12 seperti telur dan susu, serta sayuran hijau yang mengandung zat besi. Selain itu, penting juga untuk mengelola stres, misalnya dengan melakukan hal yang anda sukai atau tidur yang cukup. [Wakhdah Alisa Berliana]






