Jember (beritajatim.com) – Endang Sulistiowati sedang berada di kamar mandi saat gempa bumi berkekuatan 5 skala richter mengguncang rumahnya, di Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021).
‘Dia tidak bisa lari. Pas gempa makin naik, dia tertimpa (genteng). Kakinya luka, dada dan kepalanya juga,” kata Abdul Rosid, ayah Endang. Gempa menyebabkan dapur ambruk dan rumahnya retak. Rosid sendiri juga terluka tertimpa material bangunan rumah.
Nasib serupa dialami Siti Lutfia. Perempuan berusia 30 tahun itu terluka di bagian tangan dan kaki, karena tertimpa bagian plafon rumah yang jatuh. “Saya mau keluar, anak masih tidur. Saya kembali (untuk menyelamatkan sang anak). Mau keluar, tidak ‘nutut’ (tidak sempat),” katanya.
Kepala Kepolisian Sektor Ambulu Ajun Komisaris Makruf mengatakan, tidak ada korban jiwa. “Dua orang luka ringan dan satu orang patah tulang, karena saat terjadi gempa, dia terjatuh. Dia dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan pertama,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gempa-jember”]
Menurut Makruf, tidak semua rusak. “Hanya beberapa rumah. Kemungkinan yang rusaknya rumah, bisa numpang di rumah saudara,” katanya.
Penta Satria, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember, mengatakan, gempa berdampak di lima kecamatan, yakni Ambulu, Tempurejo, Wuluhan, Puger, dan Silo. “Kami sudah melakukan mitigasi dan sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan gempa. Kita sekarang rawan gempa bumi, Senin kemarin ada gempa bumi yang berjarak 180 kilometer. Sekarang makin mendekat di 42 kilometer dari Jember,” katanya.
Penta mengimbau kepada masyarakat selalu siaga. “Jangan panik. Tetap update informasi dan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika),” katanya. [wir/but]






