Jombang (berotajatim.con) – Peserta Konferwil (Konferensi Wilayah) NU (Nahdlatul Ulama) di pondok pesantren Tebuireng Jombang mendapatkan jamuan istimewa di hari kedua. Mereka disuguhi nasi kikil kesukaan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid).
Tentu saja, menu yang dikenal dengan kikil abang ini diserbu oleh peserta Konferwil saat ishoma (istirahat sholat makan). Menu tersebut menggunakan wadah daun pisang. Yakni, nasi kemudian disiram kuah sayur lodeh nangka campur kikil sapi. Para peserta Konferwil antre di tenda yang sudah disiapkan oleh panitia.
Sedikitnya, ada luna wanita yang melayani menu tersebut. Dengan telaten mereka menyuguhkan nasi kikil Gus Dur kepada peserta Konferwil. “Enak rasanya. Lezat sekali,” kata Misbah, usai menyantap nasi tersebut.
Nasi kikil Gus Dur selama ini buka di Jl Raya Mojosongo Kecamatan Diwek Jombang. Saat Gus Dur masih hidup, setiap pulang kampung ke Jombang selalu mampir ke warung tersebut untuk menikmati menu tersebut. Seiring laju waktu, warung tersebut akhirnya dijuluki nasi kikil Gus Dur.
Munazila, generasi ketiga warung Kikil Gus Dur mengatakan, untuk Konferwil NU ini dirinya memasak 1 kwintal lebih beras. Sedangkan sayurnya puluhan panci. Selepas asar, Munazila sudah menyiapkan menu tersebut di pesantren Tebuireng.
“Ini nasi kikil kesukaan Gus Dur. Khusus hari ini kami memasak nasi satu kwintal lebih. Sayurnya lodeh nangka dan pepaya. Jumlahnya puluhan panci,” ujar Munazila sembari mengatakan bahwa warung Kikil tersebut didirikan oleh neneknya bernama Sampurni pada tahun 1960 an. [suf/kun]






