Jakarta (beritajatim.com)– Pada masa tenang yang berlangsung sejak kemarin Minggu (11/2/2024) hingga Selasa besok (13/2/2024). Banyak imbauan yang disampaikan oleh berbagai pihak demi terciptanya pelaksanaan pemilu yang baik dan bermartabat. Sementara itu dalam masa tenang ini Polri mewanti wanti untuk jeli dengan informasi yang beredar di media massa. Potensi copy paste info lama atau hoax sangat terbuka lebar.
“Pada umumnya, informasi palsu atau berita palsu di internet disebarkan ulang dengan cara copy dan paste,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko melansir situs resmi Polri Senin (12/2/2024).
Ia menegaskan selain informasi lama juga berita hoax sering dimunculkan lagi. Hal ini banyak sekali bermunculan di medsos. Informasi dan isu lama, imbuhnya kemudian digoreng kembali disisipi hal hal bersifat negatif tanpa kejelasan sumber sangatlah rentan terjadi.
“Setelah dicopas, konten di edit sedemikian rupa dan disisipi dengan ideologi hoaxers yang tentunya tanpa menyertakan link sumber,” sambungnya.
Polri mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam memilah informasi di media sosial. Warga juga diminta tidak terlibat dan menyebarkan informasi hoax yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.
Ia mengatakan Polri selalu menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, edukasi dan informatif termasuk tentang maraknya berita bohong atau hoax di media sosial.
Ditanya mengenai netralitas, Trunoyudo menegaskan netralitas Polri masih terjaga di Pemilu 2024.
“Netralitas Polri adalah harga mati bagi Polri. Karena Polri terikat oleh peraturan perundang Undangan dan perkap,” ucapnya.
Saat ini, lanjut Trunoyudo, Polri fokus pada tanggungjawab pengamanan pemilu 2024 bersama seluruh stakeholder untuk mewujudkan pemilu 2024 yang aman, sejuk, damai dan bermartabat. [aje]






