Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong para pelajar kelas XII SMA Dharma Wanita Boarding School agar mampu lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dengan dukungan fasilitas pembelajaran digital.
Dorongan tersebut diwujudkan melalui penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa laptop bagi 126 siswa kelas XII yang digelar Pemerintah Kabupaten Kediri, Jumat (19/12/2025) siang.
Bantuan laptop tersebut bersumber dari kolaborasi Bank Jatim, PT Sekar Pamenang, dan PT Irfai Group, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk PTN.
Bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini menyampaikan, fasilitas laptop diberikan agar para siswa memiliki akses yang memadai dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
“Dari tiga itu kita kumpulkan supaya adik-adik ini bisa mengakses (ujian masuk perguruan tinggi) melalui laptop, karena mereka harus siap-siap 4 bulan lagi masuk ke perguruan tinggi,” kata Mas Dhito usai penyaluran bantuan.
Mas Dhito mengungkapkan, berdasarkan hasil tryout seleksi masuk PTN yang telah diikuti siswa kelas XII sesuai jurusan pilihan, tingkat kelulusan yang melampaui passing grade baru mencapai 32 persen.
Ia pun menargetkan adanya peningkatan signifikan dalam waktu tiga bulan ke depan. “Saya minta tiga bulan ke depan dikejar minimal 50 persen dari angkatan itu sudah bisa diterima di perguruan tinggi,” tambahnya.
Selain menyalurkan bantuan laptop, pada kesempatan yang sama Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyalurkan beasiswa pendidikan bagi santri, pelajar tingkat SMP/MTs, SMA, serta guru PAUD sebagai bagian dari komitmen penguatan sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Pelaksana Tugas Kepala SMA Dharma Wanita Boarding School Ahmad Rizqi Mubarok membenarkan capaian hasil tryout siswa kelas XII yang masih berada di angka 32 persen di atas passing grade untuk masuk PTN.
“Sisanya yang (mau masuk) sekolah kedinasan dan swasta. Kalau di general sebenarnya semuanya sudah terakomodasi, kalau yang masuk passing grade mereka yang mau masuk kampus negeri,” urainya.
Rizqi menambahkan, bantuan laptop yang diterima sangat membantu siswa dalam mengikuti proses pembelajaran berbasis digital, sekaligus mendukung pengenalan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini mulai diterapkan dalam dunia pendidikan. [nm/kun]






