Malang (beritajatim.com) – Arema FC tampak mengalami kebuntuan saat menjamu Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan, Malang. Laga ini berakhir imbang 1-1 pada Sabtu (19/9/2026) kemarin.
Dalam laga ini, Arema FC tidak memainkan penyerang murni sejak menit awal. Mereka hanya mengandalkan Gabriel Silva alias Gabi, Marcos Vinicius, dan Raianderson Careca. Gol Singo Edan sendiri tercipta dari tendangan penalti Careca di menit ke-29.
“Ya, kami memang belum memainkan striker murni di tiga laga ini. Saya setuju bahwa tanpa striker murni, tempo kami terkadang agak lambat,” kata pelatih Arema FC, Marcos Santos.
Marcos sebenarnya sangat berharap memainkan skema penyerang murni sebagai pemecah kebuntuan lini depan Arema FC. Dia menyebut keberadaan penyerang utama sangat sentral di tim untuk mencetak gol.
“Jika ada striker sebagai pemantul dalam serangan balik, para gelandang serang bahkan pemain bertahan punya titik acuan untuk mengalirkan bola lebih cepat dan langsung,” ujar Marcos.
Saat melawan Persik, Arema FC baru memasukkan penyerang murni Samuel Otusanya yang baru saja tiba di Indonesia di pertengahan babak kedua. Meski memasukkan Samuel, Arema FC belum bisa berbuat banyak untuk memenangkan pertandingan.
“Otusanya dan Mauro (Zijlstra) belum 100 persen fit untuk menjalankan peran tersebut. Itulah mengapa kami memilih cara ini (false nine) untuk mengawali laga,” kata Marcos.
Pelatih asal Brasil itu mencoba optimis dengan menyebut bahwa kompetisi masih panjang. Dia berharap semua pemain segera berada di puncak performa dengan kondisi prima. Dengan begitu, dia bisa meramu strategi dengan kehadiran penyerang murni.
“Ini baru pekan ketiga dari kompetisi yang sangat panjang. Kami masih punya banyak waktu, kami belum terkalahkan (dua imbang, satu menang). Waktu masih panjang untuk berkembang dan memaksimalkan seluruh pemain yang ada,” ujar Marcos. (luc/kun)






