Jakarta (beritajatim.com) – Marc Marquez mencetak kemenangan luar biasa di Grand Prix Italia usai mengalahkan rival beratnya, Francesco Bagnaia, serta sang adik, Alex Marquez, dalam duel ketat yang mendominasi awal balapan MotoGP, Minggu (22/6/2025).
Memulai balapan dengan start yang lebih baik dibandingkan saat sprint race, Marquez langsung sejajar dengan Bagnaia saat memasuki Tikungan 1. Namun, Pecco Bagnaia yang tampil di depan pendukung tuan rumahnya tak tinggal diam dan segera membalas di Tikungan 2.
Pertarungan sengit terjadi sejak lap-lap awal antara Bagnaia dan dua bersaudara Marquez. Aksi saling salip dan manuver agresif mewarnai duel mereka, khususnya di Tikungan 1 hingga Tikungan 3. Titik panas terjadi di Tikungan 5, ketika ban depan Ducati Bagnaia bersentuhan dengan motor pabrikan milik Marc Marquez.
Meski tampil agresif, Pecco Bagnaia tampak kesulitan mengendalikan bagian depan motornya di mana ini masalah yang terus mengganggunya sepanjang musim. Hal ini dimanfaatkan Alex Marquez yang sukses menyalip Bagnaia dan sempat memimpin balapan.
Hanya saja keunggulan Alex tak bertahan lama. Memasuki lap kesembilan, Marc kembali merebut posisi terdepan dan mempertahankan keunggulan hingga garis finis, meraih kemenangan grand prix kelimanya musim ini.
Sementara itu, Alex Marquez berfokus menjaga posisi dari tekanan Bagnaia dan berhasil finis kedua, mengulang peran strategisnya seperti di GP Aragon. Bagnaia sendiri akhirnya kehilangan podium setelah disalip Fabio Di Giannantonio dua lap jelang akhir.
Drama juga terjadi di posisi tengah. Maverick Vinales sempat menyalip Franco Morbidelli untuk posisi keempat di lap kesembilan.
Namun, kontak antara keduanya di Tikungan 4 membuat Vinales terjatuh. Morbidelli dijatuhi penalti long lap, tetapi keluar jalur saat menjalani hukuman dan harus mengulanginya dua kali.
Marco Bezzecchi (Aprilia) finis di posisi kelima berkat kecepatan balap yang konsisten. Morbidelli mampu bangkit dan mengakhiri lomba di urutan keenam, diikuti Raul Fernandez yang mencetak hasil solid di posisi ketujuh untuk tim Trackhouse Aprilia.
Duo KTM, Pedro Acosta dan Brad Binder, finis di posisi kedelapan dan kesembilan. Keduanya mencoba strategi ban depan keras untuk meningkatkan stabilitas pengereman, namun hasilnya kurang memuaskan. Setelah dua kali gagal finis di sprint race, hasil di balapan utama ini terasa cukup mengecewakan bagi KTM.
Ai Ogura menutup sepuluh besar. Ini menjadi pencapaian membanggakan mengingat balapan ini adalah yang pertama baginya sejak cedera di Silverstone.
Beberapa pembalap gagal menyelesaikan lomba, termasuk Enea Bastianini dan Johann Zarco yang terjatuh di awal balapan, serta Jack Miller yang mengalami masalah kopling dan tidak dapat melanjutkan lomba. (faw/ian)






