Kediri (beritajatim.com) – Maraknya kasus rabies yang terjadi pada hewan peliharaan menjadi perhatian khusus Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri.
Terkait maraknya penyakit rabies ini, DKPP Kabupaten Kediri melakukan berbagai langkah pencegahan agar tidak masuk ke wilayahnya.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, DKPP Kabupaten Kediri Yhuni Ismhawati mengimbau warga, memberikan vaksi hewan peliharaan secara rutin agar terhindar dari rabies. Bagi warga Kediri bisa mengenali ciri-ciri hewan yang terjangkiti penyakit rabies berikut.
Baca Juga : Waspada! Ini Ciri-ciri Anjing dan Kucing yang Terkena Virus Rabies
“Kami memastikan untuk saat ini Kabupaten Kediri tidak ditemukan adanya kasus rabies atau zero kasus,” tegas Yhuni Ismhawati, pada Selasa (27/6/2023).
Yhuni mengajak para pemilik hewan peliharaan, khususnya mereka pemilik anjing dan juga kucing, agar senantiasa di vaksin rutin.
Melalui pemberian vaksin secara rutin, imbuh Yudhi bertujuan untuk menghindari sekaligus mempertahankan predikat zero kasus terhadap virus mematikan ini.
Lebih lanjut, Yhuni menyebutkan ciri-ciri hewan yang terkena rabies dapat dicirikan dengan karakter hewan menjadi ganas dan tidak nurut pada pemiliknya.
Baca Juga : 11 Orang yang Terinfeksi Rabies Meninggal, Begini Gejala dan Cara Pencegahannya
Ciri-ciri hewan terkena rabies lainnya adala tidak mampu menelan, lumpuh, mulut terbuka dan air liur keluar secara berlebihan.
Kemudian ciri-ciri hewan terkena rabies selanjutnya adalah suka bersembunyi di tempat gelap dan sejuk, ekor dilengkungkan ke bawah perut di antara kedua paha, kejang-kejang, dan diikuti oleh kematian.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan,lebih 31 ribu kasus terkait dengan penularan rabies di Indonesia dengan 11 kematian sepanjang Januari-April 2023.
Baca Juga : Dua Warga Blitar Suspek Rabies, Dirawat Intensif
Sementara tahun sebelumnya atau 2022, jumlah penularan rabies mencapai 104.229 kasus dengan 102 kematian, pada 2021 ada 57.257 kasus dengan 62 kematian, sementara 2020 terdeteksi lebih dari 82 ribu kasus dengan 40 kematian. [nm/ted]






