Jakarta (beritajatim.com) – DPR RI menerima surat presiden (Surpres) tentang permohonan pertimbangan pemberhentian dan pengangkatan kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Nama Wakil Menhan, Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra ditunjuk menjadi calon tunggal KaBIN untuk menggantikan Budi Gunawan.
Menurut Ketua DPR Puan Maharani, Presiden Jokowi dalam suratnya hanya mencantumkan satu nama alias calon tunggal KaBIN, yakni M. Herindra yang pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus tersebut.
Surpres tersebut dibacakan Puan dalam Rapat Paripurna hari ini yang digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/10/2024).
“Jadi sudah diusulkan satu nama dari Presiden Jokowi, Surpres Pergantian Kepala BIN atas nama Pak Herindra,” kata Puan.
Pergantian KaBIN ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada DPR melalui surat presiden RI Nomor 51 tanggal 10 oktober 2024.
“InsyaAllah akan dilaksanakan fit and propernya atau pertimbangan dari DPR itu, InsyaAllah besok pagi di DPR,” kata Puan.
Profil Letnan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra
Adalah salah satu sosok militer Indonesia yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam dunia kemiliteran, terutama di kesatuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Ia pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, posisi strategis yang membawanya menjadi figur penting dalam tubuh TNI. Berikut profil singkat dan karier militer Muhammad Herindra:
Latar Belakang dan Pendidikan
Muhammad Herindra lahir pada 30 November 1964 di Bandung, Jawa Barat. Ia menempuh pendidikan militernya di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada tahun 1987 dari kecabangan infanteri. Selama kariernya, Herindra dikenal sebagai sosok prajurit yang disiplin dan berprestasi.
Ia juga melanjutkan berbagai pendidikan dan pelatihan militer lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), yang memberinya bekal kuat untuk menduduki berbagai jabatan strategis dalam TNI.
Karier Militer
Herindra memulai kariernya di kesatuan infanteri sebelum akhirnya bergabung dengan Kopassus, pasukan elite TNI AD yang dikenal dengan operasi-operasi rahasia dan kemampuan tempur khususnya. Di Kopassus, ia melalui berbagai penugasan penting yang memperkokoh reputasinya sebagai perwira yang tangguh dan teruji di medan lapangan.
Pada tahun 2015, Muhammad Herindra diangkat sebagai Komandan Jenderal Kopassus (Danjen Kopassus), posisi yang sangat prestisius di kalangan TNI AD. Sebagai Danjen, Herindra memimpin Kopassus dalam berbagai operasi strategis yang membutuhkan kecerdikan taktis dan kekuatan fisik yang tinggi. Kepemimpinannya dalam satuan ini juga dikenal membawa reformasi dalam latihan dan pengembangan kemampuan prajurit Kopassus.
Jabatan Strategis Lainnya
Setelah menjabat sebagai Danjen Kopassus, karier militer Muhammad Herindra terus menanjak. Beberapa jabatan penting yang pernah dipegangnya antara lain:
Panglima Kodam III/Siliwangi – Salah satu komando teritorial yang penting di Jawa Barat.
Inspektur Jenderal TNI – Jabatan ini membawanya bertanggung jawab atas pengawasan dan pengendalian internal di lingkungan TNI.
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) – Sebagai Wakasad, Herindra menjadi tangan kanan Kepala Staf TNI AD, memberikan kontribusi signifikan dalam perumusan kebijakan strategis di tubuh Angkatan Darat.
Wakil Menteri Pertahanan
Pada Desember 2020, Muhammad Herindra ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Pertahanan Indonesia, mendampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Penunjukan ini semakin mengokohkan perannya dalam pertahanan nasional, di mana Herindra banyak berperan dalam modernisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan) dan kebijakan pertahanan nasional.(ted)






