Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Vasa Hotel melalui pengacaranya membantah hasil penyelidikan polisi terkait asal usul metanol yang membuat 3 orang tewas dan 1 lainnya kritis. Dari hasil penyelidikan polisi, metanol yang dikonsumsi sebagai campuran miras minuman para korban itu dibeli oleh manajemen Vasa Hotel ke CV Berkat Agung Sejahtera. CV itu lantas memesan ke Botanica Store.
“Cruz Lounge Bar Vasa Hotel tidak pernah memesan Metanol. Kami tidak tahu barang itu (metanol) dari mana. Setahu kami itu (metanol, red.) tidak pernah ada. Tidak pernah pihak Cruz menyediakan, membeli dalam bentuk apa pun metanol,” kata pengacara Vasa Hotel, Tonic Tangkau, Jumat (05/01/2024).
Padahal, dari penyelidikan polisi sumber racun yang menjadi penyebab kematian 3 orang itu dipesan oleh manajemen Vasa Hotel melalui CV Berkat Agung Sejahtera. Lalu, CV Berkat Agung Sejahtera memesan metanol itu ke Botanica Store secara online.
“Metanol itu kami sudah bertanya kepada manajemen, itu barang haram di tempat ini. Sama sekali tidak mungkin ada,” imbuhnya.
Temuan polisi terkait alur pembelian Metanol di Vasa Hotel mengejutkan pihak manajemen. Pihak manajemen mengakui bahwa ada penggunaan etanol untuk show pertunjukan dan tidak diperjual belikan.
“Itu yang justru mengagetkan kami , cruz kami berharap polisi melakukan penyelidikan sumber metanol dari mana,” jawabnya.
Sementara itu, General Manager Vasa Hotel, Robert Kotambunan ketika ditanya beritajatim.com apakah pihaknya membantah temuan polisi terkait keberadaan metanol di wilayahnya, ia mengatakan tidak membantah.
“Kita tidak membantah (temuan polisi), Cruzz Lounge Bar Vasa Hotel sendiri tidak pernah menyediakan metanol. Pengadaan metanol dan penggunaan metanol tidak pernah ada di sini,” tuturnya. (ang/ian)






