Surabaya (beritajatim.com) –Manajemen Persebaya Surabaya menyoroti Komdis (Komisi Disiplin) PSSI yang menjatuhkan sanksi semaunya sendiri. Utamanya terkait keputusan Komdis yang menghukum klub-klub Liga 1 terkait aturan larangan kehadiran suporter tamu.
Direktur Persebaya Candra Wahyudi mengatakan, sudah beberapa musim ini Komdis bersidang layaknya pengadilan. Tidak ada pemanggilan atau mendengarkan keterangan saksi bahkan kesempatan membela diri.
“Tahu-tahu Komdis bersidang dan menjatuhkan beragam sanksi. Mulai dari peringatan keras, larangan bermain, sampai denda uang, dengan nominal semau Komdis sendiri. Bahkan, dalam beberapa vonis, Komdis menegaskan tidak ada upaya banding. Entah apa alasannya,” tulis Candra dalam rilisnya, Minggu (22/7/2023).
BACA JUGA:
PSSI Hukum Berat Suporter yang Bikin Onar di Liga 1
Lebih lanjut manajemen Persebaya menganggap Komdis semaunya sendiri, aturan larangan kehadiran suporter tamu memang memantik kontroversi. Bahkan PSSI berkilah regulasi ini adalah bagian dari transformasi sepak bola Indonesia paska Tragedi Kanjuruhan. Dengan kebijakan ini pertandingan jadi lebih kondusif.
Namun aturan itu hanya sebatas deretan huruf yang terangkai menjadi kata-kata. Tidak ada teknis lebih detail saat mengaplikasikan di lapangan.
“Sekarang bagaimana cara mencegah kehadiran tim tamu ketika tiket dijual secara online. Siapa saja bisa membeli. Dicekal lewat deteksi domisili? Masih bisa pinjam identitas suporter tuan rumah. Dicegah dengan larangan menggunakan atribut tim tamu? Tetap bisa masuk karena pakai atribut bebas. Baru di dalam stadion mengeluarkan atribut klub kesayangannya,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Buntut Laga Lawan Persebaya, Barito Dihukum Komdis
Seperti ketika kemudian ada Bonek di Stadion Manahan (Solo) dan Jatidiri (Semarang), apakah salah Persebaya. Apalagi ternyata dua pertandingan itu berjalan adem-adem saja. Tidak ada kerusuhan antarsuporter. Kedua kubu suporter saling menyemangati tim masing-masing dengan sportif. Bonek tahu diri ketika merayakan kemenangan di kandang Persis.
Bonek juga berbesar hati ketika Persebaya kalah di markas PSIS. Bukankah pemandangan seperti ini yang kita inginkan? Bukankah ini yang juga diharapkan PSSI? Nyatanya, akal sehat kita tidak sama dengan Komdis.
Pertandingan yang lancar dan kondusif pun tetap dijatuhi sanksi. Tidak hanya Persebaya, juga klub-klub lain. Pokoknya, pertandingan yang ada suporter tamu langsung diganjar vonis Komdis.
BACA JUGA:
Komite Disiplin PSSI Tegur Persebaya, Manajemen: Aneh
“Padahal, bagi sejumlah klub, kedatangan suporter tamu adalah berkah. Klub-klub dengan fans base yang besar adalah tamu yang ditunggu-tunggu. Bonek, Viking, dan Jakmania, misalnya, adalah penghasil cuan ketika mendukungan tim pujaannya bertandang ke kandang lawan,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, PSSI mengeluarkan hasil sidang komite disiplin pada 20 Juli 2023 lalu, dimana klub Persebaya Surabaya harus membayar pelanggaran sebesar Rp 25 juta dengan jenis pelanggaran adanya suporter Persebaya Surabaya sebagai suporter klub tamu yang hadir dalam pertandingan pada 16 Juli 2023 lalu. [way/suf]






