Ponorogo (beritajatim.com) – Hariono, bisa dibilang merupakan maling spesialis kotak amal. Bagaimana tidak, dalam beberapa bulan terakhir, ternyata pemuda berusia 27 tahun itu, sudah beraksi sedikitnya 4 kali di wilayah Kecamatan Sukorejo Ponorogo. Warga asal Desa Ngadisanan Kecamatan Sambit itu, tentu menyasar musala dan masjid yang kebanyakan akan ada kotak amalnya.
“Dari pengakuannya, ternyata pelaku sudah beraksi di 4 lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Sukorejo. Ada yang menyasar musala maupun masjid,” kata Kapolsek Sukorejo, Iptu Catur Juli Hernawan, Rabu (13/03/2024).
Dari sejumlah lokasi musala maupun masjid yang dijadikan lokasi untuk beraksi, Hariono sudah mengumpulkan uang di dalam kotak amal sedikitnya Rp2,6 juta. Dari keterangan pelaku, uang hasil maling kotak amal itu, digunakan pelaku untuk beli rokok dan foya-foya.
“Yang bersangkutan kebetulan juga belum berkeluarga. Jadi sehabis berhasil mengambil uang di kotak amal, Hariono ini berfoya-foya,”
Untuk diketahui sebelumnya, maling kotak amal yang viral di media sosial (medsos) Ponorogo berhasil ditangkap polisi. Pelaku maling kotak amal di Masjid Goa Hiro Desa Karanglolor Kecamatan Sukorejo itu, ditangkap di rumahnya di Desa Ngadisanan Kecamatan Sambit.
Pelaku yang bernama Hariono (27) itu, saat beraksi pada Senin (11/3) dini hari lalu itu, wajah dan pelat nomor polisi sepeda motor terekam CCTV masjid.
“Pelaku sudah berhasil kita tangkap di rumahnya di daerah Kecamatan Sambit,” kata Kapolsek Sukorejo Iptu Catur.
Keberhasilan pengungkapan pelaku maling kotak amal ini, kata Catur berkat pihaknya menelusuri rekaman CCTV dan pelat motor pelaku yang terlihat jelas.
Selain berhasil menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti, seperti sepeda motor dan sisa uang kotak amal yang dicuri pelaku. (end/ian)






