Jombang (beritajatim.com) – Di bawah langit malam Desa Plandi, Kecamatan/Kabupaten Jombang, ratusan insan berpakaian serba hitam berkumpul dalam sebuah lingkaran spiritual yang tak sekadar simbolik—melainkan sakral.
Mereka adalah para calon warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Parluh 16 Cabang Jombang, yang malam itu menjalani prosesi pengesahan.
Hening terasa khusyuk, namun jantung siapa pun yang hadir bisa merasakan detak semangat yang membuncah. Bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah peralihan—dari siswa menjadi warga. Dari individu menjadi bagian dari sebuah ikatan abadi: persaudaraan sejati.
Ratusan peserta datang dari berbagai pelosok. Tak hanya membawa langkah, mereka juga membawa harapan dan rasa hormat pada tradisi yang telah mengakar lebih dari satu abad lamanya. Padepokan di Plandi menjadi saksi bagaimana semangat kebersamaan dan kekeluargaan merajut malam yang penuh haru dan keagungan itu.
Namun di balik kesyahduan itu, ada kekuatan yang diam-diam bekerja: pengamanan terpadu. Gabungan unsur Polres Jombang, TNI, Satpol PP, Dishub, BPBD, hingga panitia internal PSHT, bahu membahu menjaga suasana tetap damai. Tak ada arogansi kekuasaan. Yang ada hanyalah pengayoman, ketegasan yang lembut, dan pendekatan humanis yang menyentuh.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, turut hadir menyaksikan langsung bagaimana sebuah acara besar bisa berjalan dengan rapi dan damai berkat kolaborasi lintas sektor. Ia tak lupa menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam atas sinergi yang ditunjukkan semua pihak—baik aparat, panitia PSHT, maupun masyarakat sekitar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua elemen, baik dari unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, panitia PSHT serta masyarakat sekitar, yang telah bersinergi menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan pengesahan warga baru PSHT ini,” ujarnya penuh harap, Rabu, (9/7/2025), agar keharmonisan ini menjadi budaya yang lestari di Jombang.

Keberhasilan pengamanan tak hanya soal strategi. Di lapangan, pendekatan personal dan kesadaran akan pentingnya kedamaian menjadi kunci. Internal PSHT melalui satuan Pengamanan Terate (Pamter) tampil sebagai tuan rumah yang tak hanya menjaga wibawa, tetapi juga merawat kepercayaan.
Kegiatan pengesahan ini, lebih dari sekadar ritual organisasi. Ia adalah cermin kuatnya jalinan antara masyarakat sipil dan aparat keamanan. Malam itu di Plandi, kita tidak hanya menyaksikan lahirnya warga baru PSHT. Kita juga menyaksikan bagaimana harmoni dan solidaritas dapat menjaga negeri, satu padepokan, satu persaudaraan, satu Jombang yang damai. [suf]






