Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto sejak, Jumat (20/3/2026) sore memicu sejumlah kejadian bencana. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah jebolnya tanggul DAM Sungai Sadar di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, dengan lebar sekitar 15 meter.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan jebolnya tanggul menyebabkan air meluap dan menggenangi jalan serta rumah warga hingga malam hari. “Fokus penanganan saat ini, berada di Desa Jumeneng karena tanggul Sungai Sadar jebol dengan lebar kurang lebih 15 meter,” ungkapnya.
Air masih menggenangi jalan dan mulai masuk ke rumah warga sehingga beberapa warga mulai dievakuasi. Rinaldi menjelaskan, hujan berintensitas tinggi yang turun sejak pukul 15.00 WIB juga memicu berbagai kejadian lain di sejumlah wilayah. Di antaranya pohon tumbang di lima titik di Kecamatan Bangsal yang langsung ditangani tim BPBD.
“Tim sudah kami turunkan untuk evakuasi pohon tumbang dan seluruhnya berhasil ditangani sekitar pukul 16.05 WIB. Selain itu, genangan juga sempat terjadi di wilayah Kecamatan Kutorejo, tepatnya di Desa Kertosari dan sekitarnya. Luapan air dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan sungai, saluran irigasi, serta drainase tidak mampu menampung debit air,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut diperparah adanya sampah dan bangunan yang berdiri di atas saluran air sehingga air meluber hingga ke jalan. Namun genangan dilaporkan surut total sekitar satu jam kemudian. Sementara di wilayah Kecamatan Mojoanyar, tepatnya di Dam Ngarjo dan Sadar Tengah, aliran air sempat tersumbat sampah.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto telah menurunkan alat berat untuk melakukan pembersihan sehingga debit air mulai berangsur turun. BPBD Kabupaten Mojokerto kini terus menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak, khususnya di Desa Jumeneng.
“TRC saat ini di lokasi guna melakukan penanganan darurat serta membantu proses evakuasi warga. Petugas masih bersiaga di lapangan untuk memastikan keselamatan warga dan memantau perkembangan situasi,” pungkasnya. [tin/aje]






