Gresik (beritajatim.com)- Harga cabai rawit merah di Pasar Baru Gresik tembus Rp100 ribu/ kg. Penyebab kenaikan ini dipicu oleh tingginya intensitas musim hujan yang menghambat panen petani, serta naiknya permintaan konsumen terhadap komoditas ini.
Pantauan di Pasar Baru Gresik pedagang menjual cabai rawit merah dengan harga Rp100 ribu/kg Harga ini tergolong tinggi. Pasalnya, di hari normal cabai rawit dijual diharga Rp50 ribu/kg.
“Stok cabai rawit merah masih aman. Meski cuaca sekarang cenderung hujan, dan tidak ada masalah,” ujar Sumarni (50) seorang pedagang sayur-mayur, Kamis (9/1/2024).
Sementara itu, Pujiati (53) penjual makanan sambel wader menuturkan, meski harga cabai rawit mencapai Rp100 ribu/kg . Dirinya tidak menaikan harga makanan ke konsumen.
“Per porsinya saya menjual Rp18 ribu tergantung lauk pauknya. Soal harga cabai rawit mahal kami hanya mengurangi cabai yang dibuat untuk sambal,” tuturnya.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Yoedi Setiyono mengatakan, fluktuasi harga pada sejumlah komoditas masih dalam batas wajar kecuali cabai rawit merah.
“Saat ini masyarakat sudah mulai peduli. Yakni dengan menanam cabai rawit di halaman rumah imbas harga di pasar melambung tinggi,” katanya.
Masih menurut Yoedi, yang terkena dampaknya dengan kenaikan ini pelaku UMKM. Mereka merupakan konsumen tertinggi terhadap cabai di pasar.
“Kenaikan dratis yang akan paling merasakan adalah PKL,” paparnya.
Meski demikian lanjut dia, pihaknya terus mengontrol stok di lapangan. Sebab dalam waktu dekat akan masuk periode Bulan Ramadan.
“Kalau untuk stok aman. Tapi curah hujan tinggi seperti ini yang beresiko adalah komoditas basah seperti cabai rawit,” pungkasnya. [dny/aje]






