Surabaya (beritajatim.com) – Bentuknya bulat kecil sedikit lonjong, mirip anggur hitam. Warnanya juga mirip, hitam sedikit keunguan. Rasanya campuran antara manis, sedikit asam dan pahit. Nama ilmiahnya Syzygium Cumini, di sini kita lebih mengenalnya dengan nama Juwet.
Untuk mereka yang menjalani masa kanak-kanak di desa tahun 2000 an ke bawah, pasti akrab dengan buah ini. Pohonnya tinggi, berdaun lebat dan rindang. Sekali ia berbuah, pohon juwet ini akan menampilkan ragam warna yang menarik.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Buahnya pun lebat, menampakkan kombinasi warna hijau dari daun dan buah yang baru muncul, buah yang mulai kemampo, atau setengah matang berwarna ungu dan buah yang sudah matang akan berwarna hitam gelap.
Entah apa yang membuat populasi pohon juwet langka. Ia semakin jarang ditemukan di desa-desa, apalagi di kota-kota. Mencari buahnya di toko buah pun lebih sulit lagi. Padahal buah ini memiliki banyak manfaat dan sering dijadikan bahan pengobatan herbal dan tradisional.
Kandungan gizi pada buah juwet cukup banyak. Warnanya yang ungu dan kemudian menghitam itu disebabkan oleh kandungan antosianin yang ada di dalamnya. Sedangkan kandungan asam sirsat, asam galat, glukosa, serta rafinosa mempengaruhi rasa dari juwet yang kompleks: manis, asam dan pahit.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
1. Mengontrol Diabetes
Di dalam bijij juwet terdapat kalsium, kalium, kromium, mangan, zinc, dan tembaga yang berperan dalam peningkatan kerja insulin. Inilah yang membuat biji juwet memiliki manfaat untuk mengontrol diabetes.
Di india, sudah sejak lama juwet digunakan untuk pengobatan tradisional diabetes.
2. Baik Untuk Pencernaan
Jus daging dan kulit buah juwet dipercaya baik untuk Kesehatan usus. ia mampu mendinginkan usus dan menjadi astrigen. Dalam pengobatan tradisional, juwet juga banyak digunakan untuk mengobati diare kronis karena memiliki banyak serat.
Sifat buah juwet yang diuretic dan antidiabetic juga bermanfaat untuk menghilangkan bau mulut.
3. Mencegah penyakit jantung
Dalam 100 gram buah juwet terdapat 55 mg kalium, hal ini bermanfaat mencegah hipertensi yang menjadi pemicu penyakit jantung. Senyawa asam ellagic, anthocyanins, dan anthocyanidins yang ada di dalam buah juwet, juga bermanfaat mencegah oksidasi kolesterol. Sehingga mengurangi risiko munculnya formasi plak yang memicu penyakit jantung.
4. Obat infeksi
Bukan hanya buah dan bijinya saja yang memiliki manfaat. Daun pohon juwet, kulit kayu, dan batangnya pun secara tradisional banyak digunakan sebagai obat infeksi dari bakteri.
Tanaman juwet menyimpan senyawa seperti asam malat, asam galat, asam oksalat dan tanin. Kandungan senyawa tersebut berfungsi sebagai antimalaria, sifat antibakteri dan gastroprotektif. [tur/bjo]






