Surabaya (beritajatim.com) – Aktivitas anak-anak yang bermain layang-layang di sejumlah titik pinggir jalan raya Surabaya mulai dikeluhkan para pengguna jalan. Pada Senin (28/7/2025), kondisi ini terpantau di kawasan Jalan Pasar Besar Wetan, Bubutan, yang merupakan jalur padat kendaraan namun dipenuhi anak-anak yang asyik menerbangkan layang-layang di sisi jembatan.
Pantauan beritajatim.com menunjukkan bahwa meskipun arus lalu lintas di kawasan tersebut cukup ramai, anak-anak tetap terlihat bebas bermain layang-layang tanpa pengawasan orang dewasa.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna jalan. Dimas, pengendara berusia 30 tahun, mengaku merasa was-was saat melintas di lokasi tersebut karena takut benang layang-layang melilit kendaraan atau bahkan mengenai tubuhnya.
“Takut pasti ada, makanya saya pelan-pelan saat melintas di sini. Khawatir ada benang yang nyangkut di kendaraan atau pun di badan, kan ini bahaya juga kalau sampai kena benangnya,” kata Wahyu.
Hal serupa juga diungkapkan Sukron (46 tahun), pengguna jalan lainnya yang berharap agar aktivitas bermain layang-layang di pinggir jalan mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua maupun instansi terkait.
“Anak-anak ini kan usianya masih sekolah dasar (SD) atau belum genap belasan tahun. Mereka ini tahu nya cuma bermain, tidak berpikir bahaya, ya seharusnya ada pengawasan dari orang dewasa,” ungkap Sukron.
Ia juga menambahkan bahwa benang layang-layang yang digunakan cukup tajam, sehingga jika sampai mengenai tubuh pengendara bisa mengakibatkan luka serius.
“Ya semoga lekas ada yang mengawasi lah untuk fenomena ini, bukan untuk melarang anak bermain. Tapi ya, untuk keselamatan anak-anak sendiri dan juga orang lain,” ucapnya. [ram/beq]






