Ringkasan Berita:
- Tim arkeolog menemukan struktur pagar kuno di Situs Bhre Kahuripan Mojokerto.
- Ekskavasi penyelamatan berlangsung selama sembilan hari pada Mei 2026.
- Peneliti juga menemukan pilar dan sudut timur laut pagar keliling candi.
- Temuan tersebut memperkuat dugaan situs merupakan kompleks penting era Majapahit.
Mojokerto (beritajatim.com) – Upaya penyelamatan Kerajaan Majapahit di Situs Bhre Kahuripan kembali membuahkan hasil. Tim arkeolog berhasil menemukan struktur pagar kuno yang diduga menjadi bagian dari kompleks candi peninggalan Majapahit di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Penemuan tersebut diperoleh dalam kegiatan ekskavasi penyelamatan yang berlangsung selama sembilan hari, mulai 18 hingga 26 Mei 2026. Selama proses penggalian, tim fokus menelusuri struktur bangunan yang masih tersembunyi di bawah permukaan tanah.
Ketua Ekskavasi Penyelamatan Situs Bhre Kahuripan, M Ichwan, menjelaskan penggalian lanjutan dilakukan untuk mencari kesinambungan struktur pagar di sisi selatan situs.
Hasilnya, tim menemukan susunan bata kuno yang membentuk struktur pagar lengkap dengan pilar-pilar yang tersusun pada jarak tertentu.
“Kami menemukan dan menambah data dari struktur pagar selatan. Alhamdulillah kami juga menemukan adanya pilar di pagar selatan. Ini sama dengan pagar utara yang pada interval tertentu terdapat pilar-pilar. Tim juga melakukan penggalian kotak uji atau test pit di bagian timur situs,” ungkapnya, Rabu (27/5/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk membuktikan dugaan adanya struktur pagar yang tertimbun di bawah jalan aspal. Penggalian test pit berukuran 4 meter x 1 meter itu akhirnya menemukan struktur patahan bata yang diyakini sebagai bagian sudut timur laut pagar keliling candi.
“Kami mendapatkan sudut timur laut dari pagar keliling candi. Tentu ini merupakan bagian dari struktur pagar sisi timur. Meski menemukan indikasi penting tapi area jalan yang sempat dibuka kembali ditutup setelah proses dokumentasi selesai. Hal itu dilakukan karena penggalian di bawah jalan hanya bersifat terbatas,” katanya.
Langkah penutupan kembali area penggalian dilakukan sesuai izin Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Menurut Ichwan, hal itu dilakukan demi menjaga keamanan objek cagar budaya sekaligus mempertimbangkan fungsi jalan sebagai fasilitas umum masyarakat.
Situs Bhre Kahuripan dikenal sebagai salah satu peninggalan penting era Majapahit yang memiliki nilai sejarah tinggi. Nama Bhre Kahuripan merujuk pada gelar kebangsawanan perempuan di masa Majapahit yang pernah disandang Tribhuwana Tunggadewi, penguasa Majapahit sebelum masa pemerintahan Hayam Wuruk.
Temuan struktur pagar dan pilar tersebut diyakini semakin memperkuat dugaan bahwa kawasan Situs Bhre Kahuripan merupakan kompleks penting pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit. [tin/beq]






