Surabaya (beritajatim.com) – Menkopolhukam RI, Mahfud MD membuka acara Forum Diskusi Sentra Gakkumdu dengan tema ‘Wujudkan Pemilu Bersih’ di Wilayah Hukum Jawa Timur.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun tampak hadir bersama sejumlah pejabat Forkopimda Jatim, pengurus parpol, tokoh masyarakat, ulama dan elemen mahasiswa.
Acara yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia ini digelar di The Westin Surabaya, Jalan Raya Lontar No. 2, Puncak Indah Surabaya, Selasa (8/8/2023).
Dalam sambutannya, Mahfud MD mengingatkan terkait masalah politik identitas yang sangat berbahaya bagi kehidupan bangsa dan negara.
BACA JUGA:
Mahfud MD: Al Zaytun Dibubarkan Bahaya, Panji Gumilang Diduga Pencucian Uang
“Politik identitas ini beda dengan identitas politik. Setiap orang punya identitas politik. Seperti pilihan politiknya apa, rasnya apa, Melayu, China, Jawa dan lainnya. Tapi, jangan menjadi hal utama dan dijadikan alat untuk mendiskriminasikan yang lain. Pemilu itu mencari pemimpin bersama, bukan memilih musuh, dan bisa menjahit semua perbedaan,” tegas Mahfud.
Dia juga meminta setiap selesai Pemilu dan berhasil memilih pemimpin, agar tidak bermusuhan terus bagi para pemilih yang ada di bawah.
“Pemimpin harus ada, kalau nggak ada pemimpin, negara bubar. Tidak ada manusia yang sempurna. Semua calon pemimpin dicari baiknya pasti ada, dicari jeleknya pasti ada. Semua manusia ada baik dan jeleknya. Kalau misalnya saudara berpikiran semuanya jelek, pilihlah yang kejelekannya sedikit. Kalau tidak memilih, kita yang rugi. Pemilu itu untuk menghalangi orang yang jahat untuk menjadi pemimpin,” jelas Mahfud.
BACA JUGA:
Pemprov Jatim: Ada Enam Usulan Nama Pj Gubernur ke Presiden
Mahfud juga meminta kepada segenap elemen bangsa agar terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menghadapi tahun politik 2024 nanti.
“Setelah terpilih, pemimpin harus mendengarkan aspirasi rakyat, bukan aspirasi kelompoknya,” pungkasnya. [tok/beq]






