Surabaya (beritajatim.com) – Pakar Hukum Mahfud MD mengingatkan masyarakat bahwa sistem demokrasi di Indonesia bisa berjalan liar. Kondisi itu rentan memicu kekacauan jika berjalan tanpa adanya pembatasan dari penegakan hukum yang tegas.
Mahfud menyampaikan hal ini saat mengisi kuliah umum di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. Ia menilai hukum berfungsi sebagai pagar agar kebebasan rakyat tidak kebablasan.
“Demokrasi tanpa hukum itu bisa menjadi anarkis, sementara hukum tanpa demokrasi akan melahirkan kekuasaan yang sewenang-wenang,” ujar Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, Sabtu (16/5/2026).
Ia juga menambahkan perlunya pembagian kekuasaan yang merata pada lembaga negara. Langkah ini dinilai efektif untuk mencegah munculnya celah korupsi akibat penumpukan kekuasaan di satu pihak saja.
“Konstitusionalisme harus ditegakkan agar negara benar-benar berjalan dalam koridor hukum dan keadilan,” ucapnya.
Pada kesempatan sama, Rektor Unitomo Siti Marwiyah ikut membedah peran perguruan tinggi. Menurutnya, lingkungan kampus harus aktif menanamkan nilai kebangsaan serta kesadaran hukum bagi generasi muda.
“Kampus harus menjadi ruang pembentukan karakter yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas,” tutur Siti Marwiyah.
Ia menaruh harapan besar pada mahasiswa sebagai motor penggerak masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga keharmonisan sekaligus mengawal keadilan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
“Lewat forum ini, mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang mengawal tegaknya supremasi hukum di Indonesia,” pungkasnya. [ipl/ted]






