Pasuruan (beritajatim.com) – Kunjungan Mahfud MD di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan getol menyuarakan pemberantasan korupsi. Salah satunya yakni korupsi di wilayah perairan Indonesia yang tidak bisa dikelola dengan baik. Salah satu yang paling realistis terlihat dicontohkan adalah mafia penyumbat penyaluran BBM subsidi ke nelayan.
Mahfud mengatakan bahwa dua pertiga wilayah Indonesia ini merupakan perairan seperti halnya perairan Natuna. Bahkan dirinya pernah melakukan penangkapan dua kapal dari Iran uang menjual minyak secara ilegal.
“Saya pernah menangkap dua kapal dari Iran saat menjual minyak dan kemudian masuk proses hukum. Karena disana banyak nelayan yang juga mengeluh terkait langkahnya minyak subsidi, ternyata ada oknum aparat yang bekerjasama dengan mafia, sehingga minyak subsidi terhambat,” tegasnya.
Hal inilah yang mengakibatkan nelayan kecil-kecil mulai mulai resah dengan sulitnya minyak subsidi yang diperoleh. Ditambah lagi peraturan bagi nelayan kecil yang sangat ketat, sehingga nelayan lokal tidak berdaya.
“Sehingga mari nanti kita kelola bersama-sama dengan benar dan tepat sasaran. Dengan ini nantinya para nelan kecil akan semakin sejahtera dan bisa mengentas kemiskinan,” lanjutnya.
Mahfud juga mengatakan bahwa angka kemiskinan ini bisa diatasi dengan memberantas korupsi. Bahkan Mahfud mengatakan ada Rp 667 triliun dalam setahun uang yang dikorupsi.
“Jika korupsi tersebut bisa ditekan maka, masyarakat akan lebih sejahtera dan akan kembali disalurkan untuk UMKM dan Bansos. Karena siapapun pemimpinnya wajib memberikan bansos, tinggal bagaimana kita mengawasinya,” tutupnya. [ada/aje]






